Aktivitas Probiotik Dan Mikroba Yang Baik Pada Makanan Sekolah Dasar Swasta Amal Luhur Kel. Dwi Kora, Kec. Medan Helvetia

Authors

  • Manuppak Irianto Tampubolon Prodi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Devina Chandra Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Syukur Berkat Waruwu Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Agus Hardianssah Tafonao Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Anisa Hutagalung Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Lidya Revangelina Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Nayla Artika Wulandari Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Risa Setiani Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Evi Astiani Lase Universitas Sari Mutiara Indonesia

Keywords:

Fermentasi

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup, terutama dari kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium, yang apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Salah satu upaya dalam mendukung kesehatan masyarakat telah dilakukan melalui pemanfaatan probiotik atau mikroba baik yang terdapat dalam makanan. Aktivitas probiotik dalam makanan berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan metabolisme, membantu penyerapan zat gizi, serta memperkuat sistem imun. Probiotik juga diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol, membantu mengendalikan tekanan darah, serta menghasilkan senyawa bioaktif seperti asam lemak rantai pendek (Short-Chain Fatty Acids/SCFA) yang bersifat antiinflamasi. Pada konteks pangan fungsional, probiotik ditemukan pada produk olahan susu fermentasi seperti yoghurt dan kefir, minuman probiotik, serta makanan tradisional hasil fermentasi seperti tempe. Konsumsi makanan yang mengandung mikroba baik terbukti mendukung kesehatan saluran pencernaan, menurunkan risiko penyakit metabolik, serta berkontribusi dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pemberian edukasi mengenai probiotik melalui makanan sehari-hari merupakan strategi yang sederhana dan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada edukasi dan pemanfaatan aktivitas probiotik dalam makanan sebagai upaya promotif dan preventif untuk menunjang kesehatan secara menyeluruh

References

Depdiknas. (2006). Panduan Pembelajaran IPA Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Goldenberg, J. Z., & Johnson, D. (2018). Probiotics in Children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 67(1), 7–14.

Guarner, F., & Malagelada, J. R. (2003). Gut flora in health and disease. The Lancet, 361(9356), 512–519.

Hill, C., et al. (2014). Consensus statement on probiotics. Nat Rev Gastroenterol Hepatol, 11(8), 506–514.

Ouwehand, A. C., et al. (2002). Probiotics: beneficial effects. Antonie van Leeuwenhoek, 82, 279–289.

Rijkers, G. T., et al. (2010). Health benefits of probiotics. Br J Nutr, 104(6), 787–792.

Sanders, M. E. (2015). Probiotics and Microbiota in Pediatrics. Pediatrics, 135(5), e1147–e1157.

WHO. (2002). Guidelines for the Evaluation of Probiotics in Food. Report of a Joint FAO/WHO Working Group on Drafting Guidelines for the Evaluation of Probiotics in Food.

Downloads

Published

2026-02-06