Lansia Sebagai Ide Objek Penciptaan Relief Menggunakan Media Bubur Kertas

Authors

  • Dimas Kurniawan Universitas Negeri Medan
  • Nelson Tarigan Universitas Negeri Medan

Keywords:

Lansia, Relief, Bubur Kertas

Abstract

Lansia memiliki karakter fisik dan ekspresi visual yang khas sebagai hasil dari proses penuaan alami. Perubahan bentuk wajah, tekstur kulit, serta ekspresi emosional yang mendalam menjadikan lansia sebagai objek yang menarik untuk diangkat dalam penciptaan karya seni, khususnya seni relief. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi objek lansia sebagai ide penciptaan karya seni relief dengan menonjolkan karakter fisik, ekspresi, dan nilai kehidupan dengan menggunakan media bubur kertas sebagai bahan alternatif seni yang ramah lingkungan. Penulis ingin memanfaatkan limbah kertas sebagai media daur ulang yang ramah lingkungan dalam karya seni relief. Metode penciptaan karya seni yang digunakan mengacu pada tahapan yang dijelaskan oleh Hedriyana, yang meliputi lima tahap: persiapan, mengimajinasi (eksplorasi), pengembangan imajinasi (Perancangan), dan pengerjaan (perwujudan). Dalam proses penciptaan, penulis merealisasikan 12 karya seni relief menggunakan media bubur kertas, di mana setiap karya menampilkan karakter wajah lansia dengan bentuk visual yang berbeda-beda.

References

Adiputra, Agus, M. (2019). Karakteristik tubuh ikan sebagai objek penciptaan karya seni melalui kemampuan teknik drawing pada media kertas. Jurnal Stilistika, 7(2), 240–259.

Adriani, dkk. (2021). Buku ajar keperawatan gerontik. Indramayu: Adab.

Al Fachri, Muhammad, A. (2023). Pemanfaatan limbah ranting kayu sebagai komponen penciptaan produk tas yang ramah lingkungan. Medan: Universitas Negeri Medan.

Ariyani. (2014). Lansia di panti werdha (studi deskriptif mengenai proses adaptasi lansia di Panti Werdha Hargo Dedali Surabaya).

Bahari, N. (2008). Kritik seni: Wacana apresiasi dan kreasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cahyo, Angga, P. (2022). Tinjauan hasil karya topeng kreatif berbahan limbah kertas pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Deli Tua T.P 2021–2022 dilihat dari unsur seni rupa. Medan: Universitas Negeri Medan.

Dongoran, H. R. D. (2021). Analisa penggunaan bubur kertas sebagai bahan tambah semen terhadap kuat tekan beton. Medan: Universitas HKBP Nommensen.

Efendi. (2009). Manajemen pusat kesehatan masyarakat. Jakarta: Salemba Medika.

Eni, S. P. (2019). Memahami relief-relief pada candi-candi kerajaan Kediri, Singasari, dan Majapahit di Jawa Timur. Jurnal SCALE, 6(2), 69–93.

Eskak, Edi. (2014). Metode pembangkitan ide kreatif dalam penciptaan seni. CORAK: Jurnal Seni Kriya, 2(2), 167–174.

Fadhila, A., dkk. (2023). Pengertian media, tujuan, fungsi, manfaat dan urgensi media pembelajaran. Journal of Student Research (JSR), 1(2).

Ginting, Eynintha, N. (2019). Tinjauan makna, fungsi, dan bentuk relief pada gereja Katolik inkulturatif Karo di Berastagi. Medan: Universitas Negeri Medan.

Hafiti, W., & Loita, A. (2018). Komparasi sejarah seni rupa Barat dan Timur kebudayaan Yunani dengan India. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 1(2), 66–74.

Hendriyana, Husen. (2019). Metodologi penelitian penciptaan karya. Yogyakarta: ANDI.

Indiana, Jaduk. (2019). Keanekaragaman pengertian yang meliputi ilmu dan seni. Jurnal Seni Pertunjukan, 2(1), 1–10.

Irmawati. (2017). Pemanfaatan bubur kertas dalam pembuatan seni kaligrafi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Bangkala Kabupaten Jeneponto. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.

Jennah, Rodhatul. (2009). Media pembelajaran. Banjarmasin: Antasari Press.

Maliyar. (2021). A history of papier mache craft in Kashmir. International Journal of Advanced Multidisciplinary Scientific Research (IJAMSR), 2(6), 35–43.

Mulyadi, L., dkk. (2015). Buku relief dan arca Candi Singosari–Jawi. Malang: CV. Dream Litera Buana.

Myrtha, S. (2007). Reformasi kebudayaan: Upaya menemukan kembali jati diri bangsa. Jakarta: Myrtle Publishing bekerja sama dengan Yayasan Enam-Enam.

Nurwahidah. (2013). Memaksimalkan pemberdayaan diri pada lansia. Jurnal Kesehatan Prima, 1(7), 1–8.

Priyatno, A. (2015). Seni rupa Timur. Medan: Unimed Press.

Rahmadi, Sari, M. N., & Indriyani. (2022). Buku ajar pemanfaatan limbah industri. Banjarbaru: CV. Banyu Bening Cipta Sejahtera.

Raudhoh, S., & Pramudiani, D. (2021). Lansia asik, lansia aktif, lansia produktif. Jurnal Medic, 4(1), 126–130.

Ristyanti, Dwi, A. (2017). Bubur kertas sebagai media berkarya relief dalam pembelajaran seni rupa kelas IV SD N 2 Cèkèl Purwodadi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Sahman, Humar. (1992). Mengenali dunia seni rupa. Semarang: IKIP Semarang Press.

Sapitri, Yosi. (2016). Aplikasi motif tanduk dalam pengembangan motif hias batik Garutan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Saragih, Daulat., Sinaga, Osbert., & Tarigan, Nelson. (2022). Metode penelitian kesenirupaan. Medan: FBS Unimed Press.

Surokim, dkk. (2016). Riset komunikasi: Strategi praktis bagi peneliti pemula. Jawa Timur: Pusat Kajian Komunikasi Publik.

Syahruddin., & Maryono, H. (2012). Penciptaan lukisan potret berdasarkan ekspresi wajah manusia. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 1(1).

Tarigan, Nelson., dkk. (2010). Penciptaan relief reproduktif berbahan resin dan berbasis bentuk seni rupa etnis dan agama sebagai model seni wisata di Sumatera Utara.

Twintasari, Fety. (2019). Jathilan Gedruk Magelang sebagai inspirasi berkarya seni relief berbahan uncoated paper. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Usman, Andi. (2009). Seni relief karya Sutrisno: Kajian proses penciptaan, nilai estetis, dan simbolis. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Wahyono, S. (2001). Pengelolaan sampah kertas di Indonesia. Jurnal Teknologi Lingkungan, 2(3), 276–280.

Downloads

Published

2026-02-17