Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menangani Dan Mencegah Bullying Di Sekolah

Authors

  • Elyani Elyani Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Nadia Putri Amanda Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Mutia Rahma Aini Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Farhan Ibrahim Angkat Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Vemas Abraham Fakho Universitas Tjut Nyak Dhien

Keywords:

Bullying, nilai-nilai kewarganegaraan, Nilai Pancasila, Pendidikan Karakter, Globalisasi

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Fenomena ini dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran terhadap hak dan kewajiban, kurangnya empati, serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis sebagai instrumen pendidikan karakter yang berorientasi pada pembentukan sikap, moral, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter siswa sebagai upaya pencegahan bullying, mengidentifikasi nilai-nilai PKn yang relevan dalam menangani perilaku perundungan, serta mengevaluasi implementasi materi PKn dalam pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), yang menitikberatkan pada kajian terhadap norma hukum, asas-asas hukum, dan konsep pendidikan karakter dalam kerangka perlindungan anak serta sistem pendidikan nasional. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan terkait perlindungan anak dan pendidikan, bahan hukum sekunder berupa literatur ilmiah dan hasil penelitian terdahulu, serta bahan hukum tersier yang mendukung pemahaman konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam menanamkan nilai keadilan, toleransi, empati, solidaritas sosial, tanggung jawab, dan disiplin sebagai landasan pencegahan bullying. Implementasi materi PKn yang bersifat kontekstual dan partisipatif, seperti diskusi kasus, role-playing, problem-based learning, serta kegiatan kolaboratif, mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam perilaku nyata siswa. Dengan penerapan yang konsisten dan didukung seluruh komponen sekolah, PKn dapat menjadi fondasi dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying.

References

Pradana, C. D. eLA. (2024). Pengertian Tindakan Bullying , Penyebab , Efek , Pencegahan dan Solusi. Jurna Syntax Admiration, 5(3), 1–15. https://jurnalsyntaxadmiration.com/index.php/jurnal

Qodri, A. F., Nugraha, R. W. P., Laily, K. N. A., Ahsan, H., Rizqi, A. M., & Fikri, M. I. Al. (2024). Kebijakan Alternatif Untuk Mengatasi Masalah Bullying Dan Cyberbullying di Lingkungan Pendidikan. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(10), 403–406. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i11.998

Soleha, A. P., & Azizah, I. N. (2025). Implementasi Model Problem Based Learning Kaitannya dengan Critical Thinking Pembelajaran PAI Kelas IX di SMP N 1 Bantarsari Kabupaten Cilacap. Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 2(3), 106–124. https://doi.org/10.61132/karakter.v2i3.1199

Zulfa, D. A., Fatimah, N., & Febrianti, D. A. (2025). PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI RA AL-AZHAR KARANGREN KREJNGAN PROBOLINGGO. Jurnal Ilmiah Multidispliner, 9(5), 32–40. https://sejurnal.com/pub/index.php/jim/index

Downloads

Published

2026-02-22