Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024

Authors

  • Rahmadhani Azizah Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Liza Merianti Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Kriscillia Molly Morita Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Keywords:

Asfiksia, Ikterus Neonatorum, Berat Badan Lahir Rendah

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis yang umum terjadi pada bayi baru lahir akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah dan dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Kondisi ini perlu diidentifikasi secara dini karena hiperbilirubinemia yang berat dapat menyebabkan komplikasi pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum, khususnya jenis persalinan, asfiksia, dan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan retrospektif case-control. Populasi penelitian berjumlah 514 bayi yang dirawat selama periode Januari–Desember 2024, dengan sampel sebanyak 82 bayi yang terdiri atas 41 kelompok kasus dan 41 kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,9% bayi dilahirkan melalui seksio sesarea, 53,7% mengalami asfiksia, dan 47,6% mengalami BBLR. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan (p-value = 0,015; OR = 3,04), asfiksia (p-value = 0,008; OR = 3,36), dan BBLR (p-value = 0,015; OR = 3,01) dengan kejadian ikterus neonatorum. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa seksio sesarea, asfiksia, dan BBLR berhubungan dengan peningkatan peluang terjadinya ikterus neonatorum. Hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam meningkatkan identifikasi faktor risiko, pemantauan, serta pencegahan dan penatalaksanaan dini ikterus neonatorum.

References

Auliya, N., Kusumajaya, H., & Lestari, I. P. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(2), 529–538. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i2.1493

Dewi, R. A., & Dewi, S. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir di RSIA Budhi Asih Purwokerto tahun 2021. NERSMID Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 6(2), 130–138. https://doi.org/10.55173/nersmid.v6i2.157.

Edward, Z., Ipaljri, A., & Amalza, I. H. (2022). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 12(1), 68–78. https://doi.org/10.37776/zked.v12i1.970

Fatma, I. D., Rahayu, Y., Ayumni, N., & Hamidah, N. U. (2021). Risk factors of jaundice in newborn baby: Literature review. Well Being, 6(2), 122–130. https://doi.org/10.51898/wb.v6i2.154

Manila, H. D., Fransisca, D., Jesika, F., Resta, H. A., Anggraini, M. L., Amir, A. Y., Lestaria, S. P., & Indriani, S. P. (2022). Analisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum fisiologis. Jurnal Kesehatan, 13(3), 449–454. https://doi.org/10.35730/jk.v13i3.737

Merianti, L. (2022). Faktor determinan kejadian ikterik neonatorum pada bayi di RSUD Sawahlunto. Coping: Community of Publishing in Nursing, 10(2), 212–218. https://doi.org/10.24843/coping.2022.v10.i02.p13

Morita, K. M. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI (6–12 bulan) di Kelurahan Payolansek Payakumbuh Barat tahun 2020.

Oscar, G., & Yusuf, H. (2024). Gambaran umum dan prevalensi kematian akibat asfiksia. Jurnal Intelek dan Cendekiawan Nusantara, 1(2), 2124–2135. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/240

Rahmadani, E., & Sutrisna, M. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir di RSU UMMI. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 179–188. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i3.1059

Rozilina, A. M., Benvenuto, A. F., Sabariah, & Hanafi, F. (2023). Hubungan asfiksia dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Provinsi NTB. Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 8(2), 107–113. https://doi.org/10.36679/kedokteran.v8i2.36

Sari, T. D. L., Maria, L., & Maulidia, R. (2023). Analisa faktor yang mempengaruhi kejadian ikterik pada neonatus. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 12(2), 355–364. https://doi.org/10.36565/jab.v12i2.679

Sofiatun, S., Nurjanah, S., Puspitaningrum, D., & Indrawati, N. D. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hiperbilirubinemia di ruang neonatal resiko tinggi di RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal. Seminar Nasional Kebidanan UNIMUS Semarang, 125–132.

Susanti, S., Mansoben, N., & Pademme, D. (2022). Faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus pada neonatus. Jurnal Keperawatan Medika, 1(1). https://doi.org/10.24036/jkem.v1i1.10

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024. (2026). Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 3(5), 11454-11464. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/8306