Kodifikasi Al-Qur’an Dan Konsolidasi Otoritas Teks: Telaah Historis Kritis Atas Mushaf Utsmani

Authors

  • Nur Amri Ramadhan Abd. Gani Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Muh. Akbar Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Mujairil Mujairil Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Rahmi Dewanti Palangkey Universitas Muhammadiyah Makassar

Keywords:

Kodifikasi Al-Qur’an, Mushaf Utsmani, Otoritas Teks

Abstract

Kodifikasi Al-Qur’an merupakan proses historis penting dalam menjaga keotentikan dan otoritas teks wahyu di tengah perkembangan masyarakat Islam awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kodifikasi Al-Qur’an hingga terbentuknya Mushaf Utsmani serta perannya dalam konsolidasi otoritas teks Al-Qur’an melalui pendekatan historis-kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, baik dari literatur klasik Islam maupun kajian akademik kontemporer. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-analitis dan kritis untuk menelusuri dinamika sosial, politik, dan keilmuan yang melatarbelakangi standarisasi mushaf pada masa Khalifah Utsman bin ‘Affan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kodifikasi Mushaf Utsmani merupakan bentuk konsensus kolektif para sahabat dalam menjaga kesatuan teks Al-Qur’an sekaligus mengelola pluralitas bacaan secara metodologis. Selain itu, Mushaf Utsmani berfungsi sebagai instrumen utama dalam mengokohkan otoritas teks Al-Qur’an dan mencegah fragmentasi keagamaan di wilayah Islam yang semakin meluas. Telaah historis-kritis juga memperlihatkan bahwa standarisasi mushaf tidak mengindikasikan manipulasi teks, melainkan upaya preventif untuk menjaga stabilitas teologis dan sosial umat Islam. Temuan ini menegaskan bahwa Mushaf Utsmani memiliki legitimasi teologis, historis, dan akademik yang kuat sebagai fondasi utama transmisi Al-Qur’an hingga masa kini

References

Abdullah, M. A. (2012). Islamic studies di perguruan tinggi: Pendekatan integratif-interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azami, M. M. (2010). Sejarah teks Al-Qur’an: Dari wahyu sampai kompilasi. Jakarta: Gema Insani Press.

Departemen Agama RI. (2009). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Hanafi, M. M. (2015). Sejarah mushaf Al-Qur’an. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Kusmana. (2014). Mushaf Utsmani dan otoritas teks Al-Qur’an dalam perspektif historis-kritis. Studia Islamika, 21(3), 451–478. https://doi.org/10.15408/sdi.v21i3.1234

Nasution, H. (2013). Islam ditinjau dari berbagai aspeknya (Jilid I). Jakarta: UI-Press.

Qardhawi, Y. (2000). Bagaimana berinteraksi dengan Al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Shihab, M. Q. (2013). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Bandung: Mizan.

Shihab, M. Q. (2018). Kaedah tafsir: Syarat, ketentuan, dan aturan yang patut Anda ketahui dalam memahami Al-Qur’an. Tangerang: Lentera Hati.

Suryadilaga, M. A. (2012). Metodologi ilmu tafsir. Yogyakarta: Teras.

Zarkasyi, H. F. (2015). Otoritas Al-Qur’an dan tantangan pembacaan modern. Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman, 19(2), 245–264. https://doi.org/10.20414/ujis.v19i2.367

Downloads

Published

2026-01-13