Kehidupan Kampung Nelayan Belawan Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Realis
Keywords:
Kampung Nelayan Belawan, realis, LukisAbstract
Penciptaan karya seni lukis ini bertujuan untuk menggambarkan kehidupan Kampung Nelayan Belawan sebagai ide penciptaan seni lukis realis, dengan menekankan aspek aktivitas keseharian, interaksi sosial, serta hubungan manusia dengan alam pesisir. Metode penciptaan dilakukan melalui tahap observasi langsung di lingkungan kampung nelayan, pengumpulan data visual, perenungan konseptual, pembuatan sketsa, hingga perwujudan karya lukisan dengan pendekatan realisme. Hasil penciptaan berupa karya seni lukis realis yang merepresentasikan suasana kehidupan masyarakat nelayan Belawan, seperti proses melaut, aktivitas di pesisir, bentuk hunian rumah panggung, serta kebersamaan dalam komunitas. Melalui karya-karya ini, diharapkan dapat menghadirkan nilai-nilai kehidupan, perjuangan, dan ketahanan masyarakat pesisir, sekaligus menjadi media refleksi dan apresiasi terhadap realitas sosial serta pentingnya pelestarian tradisi dan lingkungan pesisir.
References
Arsana, Banu. (2013). Seni lukis realis kelas XI semester 1. Jakarta: Kemendikbud.
Bahari, N. (2008). Kritik seni: Wacana apresiasi dan kreasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dozan, M. A., & Cholis, H. (2020). Hubungan sungai dengan aktivitas manusia sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa, 12(1), 1–20.
Hendriyana, M. (2019). Metodologi penelitian penciptaan karya. Bandung: CV. Pilar Nusantara.
Humar Sahman. (1993). Mengenal dunia seni rupa. Semarang: IKIP Semarang Press.
Kusnadi, S., Sulistiowati, Y., & Subchan, P. (2007). Strategi hidup masyarakat nelayan. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.
Muslim. (2024). Inovasi model pembelajaran seni lukis berbasis kearifan ekologis untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial dan kualitas karya seni lukis mahasiswa. Jurnal Gorga Seni Rupa.
Murni, S. J. S. R. (Tahun tidak dicantumkan). Filosofi kehidupan rumah Jawa sebagai sumber ide penciptaan karya seni lukis.
Nochlin, L. (1971). Realism. Cambridge: CUP Archive.
Pramanta, A. (2017). Cerita rakyat Cindelaras dalam penciptaan seni lukis dekoratif. Jurnal Seni Rupa, 5(02), 362.
Priyatno, Agus. (2015). Memahami seni rupa. Medan: Unimed Press.
Rahayu, S., Jayusman, J., & Romadi, R. (2017). Dinamika kehidupan sosial ekonomi nelayan Desa Sirnoboyo Kabupaten Pacitan tahun 1998–2014. Journal of Indonesian History, 6(1).
Salam, A., & Sn, W. S. (2019). Tambak garam sumber penghidupan sebagai tema penciptaan seni lukis. Jurnal Seni Rupa, 7(4), 41–48.
Sari, I. M., Ransi, N., & Mokodompit, E. A. (2023). Kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 1(2), 75–80.
Susanto, Mikke. (2002). Diksi rupa: Kumpulan istilah dan gerakan seni rupa. Yogyakarta: Kanisius.
Triyanto, R. (2015). Seni lukis Medan: Potensi dan perkembangannya. Medan: Unimed Press.
Udyana, I. M. A., Muka, I. K., & Ruta, M. (2022). The concept of placing sarad pulagembal cake of painting art. Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni, 2(1), 69–77.
Wiratno, T. A. (2018). Seni lukis: Konsep dan metode. Surabaya: Jakad Publishing
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Diny Patika Sari, Nelson Tarigan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










