Kuliner sebagai Identitas Budaya dan Latar Sosial dalam Kakawin Sumanasāntaka

Authors

  • Ilham Rimba Saputra Universitas Indonesia

Keywords:

kuliner, gastronomi, identitas budaya

Abstract

Kuliner dalam Kakawin Sumanasāntaka mencerminkan identitas budaya dan struktur sosial masyarakat Jawa Kuno. Makanan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki makna sosial, budaya, dan religius. Dengan menggunakan teori gastronomi sastra dan identitas budaya, penelitian ini menunjukkan adanya stratifikasi sosial berdasarkan kasta, di mana bangsawan dan brahmana mengonsumsi makanan lebih beragam dibandingkan rakyat biasa. Kuliner juga berperan dalam sistem patronasi sebagai simbol loyalitas kepada penguasa. Selain itu, masyarakat Jawa Kuno bergantung pada sistem agraris dan sumber daya maritim. Konsumsi alkohol menjadi bagian dari praktik sosial dan keagamaan, termasuk dalam ritual Tantrayana seperti Panca Makara. Hal ini menegaskan bahwa makanan dan minuman memiliki nilai spiritual dalam ajaran Hindu-Buddha. Dengan demikian, kuliner dalam Kakawin Sumanasāntaka merepresentasikan struktur sosial, hubungan patronase, ketergantungan terhadap alam, serta nilai spiritual masyarakat Jawa Kuno.

References

Anggraeni, U. (2018). Multikulturalisme Makanan Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Claudia, K., & Trisno, R. (2020). Kajian Pusat Spiritual Dalam Konteks Jawa. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 1(2), 1037.

Istiqomah, I. N., & Harsasto, P. (2017). Praktik Shadow State dalam Penyelenggaraan Pemerintahan pada Periode Kepemimpinan Siti Masitha-Nursoleh di Kota Tegal. Journal of Politic and Government Studies, 6(04), 191-200.

Kiptiyah, B. M. (2018). Gastro Kritik: kajian sastra berwawasan kuliner sebagai wahana pengenalan dan pelestarian kuliner nusantara.

Maulana, I. P. A. P., & Putra, I. B. G. D. (2021). Metafora konseptual kasta dalam masyarakat Bali: Kajian linguistik kognitif. PRASI, 16(02), 92-104.

Menot, R. M. (Ed.). (2022). Budaya minum di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Moleong Lexy, J. (2002). Metode penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Multazam, D. I. (2022). Strategi komunikasi lintas budaya dalam mempertahankan eksistensi kuliner sebagai identitas budaya. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 5(1), 1-10.

Mulyana, D. dan Rakhmat, J. (ed). (2010).Komunikasi Lintas Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasoichah, C., Simatupang, D. E., Christyawaty, E., Soedewo, E., Wiradnyana, K., Koestoro, L. P., ... & Setyaningsih, R. M. (2009). Jejak Pangan Dalam Arkeologi.

Nasoichah, C., Simatupang, D. E., Christyawaty, E., Soedewo, E., Wiradnyana, K., Koestoro, L. P., ... & Setyaningsih, R. M. (2009). Jejak Pangan Dalam Arkeologi.

Nastiti, T. (2013). Ketahanan Pangan Sektor Pertanian Masyarakat Jawa Kuna: Prosiding Seminar Naskah Kuna Nusantara “Pangan dalam Naskah Kuna Nusantara” Perpustakaan Nasional RI.

Nurti, Y. (2017). Kajian makanan dalam perspektif antropologi. Jurnal Antropologi: isu-isu sosial budaya, 19(1), 1-10.

Nurti, Y. (2017). Kajian makanan dalam perspektif antropologi. Jurnal Antropologi: isu-isu sosial budaya, 19(1), 1-10.

Piliang, Y. A. (2003). Hantu-hantu politik dan matinya sosial. Tiga Serangkai.

Putra, Z. E. (2021). Pengaruh Minuman Keras Terhadap Kesehatan Mental Remaja.

Santiko, H. (2020). Kehidupan beragama raja Kertanagara. Kalpataru, 29(1), 29-38.

Sedyawati, E. (2001). Sastra Jawa: suatu tinjauan umum. Jakarta: Balai Pustaka.

Sudiana, I. G. N. (2018). Caru dalam upacara di Bali.

Suyasa, I. M., & Darmurtika, L. A. (2023). Metamorfosis Gastronomi Dalam Karya Sastra Kuliner. Jurnal Ilmiah Telaah, 8(2), 18-26.

Utama, I. W. B., Paramita, I. G. A., & Winarti, N. N. S. (2019). Perempuan dan Tantrayana. Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia, 2(1), 1-9.

Utami, S. (2018). Kuliner sebagai identitas budaya: Perspektif komunikasi lintas budaya. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 8(2), 36-44.

Williams, Sir Monier. (2002). A Sanskrit-English Dictionary. Cognate Indo-European Languages: Bhaktivedanta Book Trust International.

Woodward, K. (1999). Identity and Difference. London: Sage Publication.

Worsley, P., Supomo, S., Fletchert, M., & Hunter, T. H. (2014). Kakawin Sumanasantaka: Mati karena Bunga Sumanasa karya Mpu Monaguna Kajian sebuah Puisi Epik Jawa Kuno (Vol. 32). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Zoetmulder, P. J. (1983). Kalangwan: sastra jawa kuno, selayang pandang. Djambatan.

Zoetmulder, P.J. (1995). Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Jakarta: Djambatan

Downloads

Published

2026-04-01

Issue

Section

Articles