Sekala-Niskala: Dinamika Makna Sakit Fisik dan Tidak Kasatmata dalam Kepercayaan Masyarakat Bali (2000-2025)

Authors

  • I Gde Bayu Samudra Universitas Udayana
  • Riski Bagas Prakoso Universitas Udayana

Keywords:

Sekala-Niskala, Medical Pluralism, Kesehatan Masyarakat Bali

Abstract

Dalam perspektif medis modern, sakit umumnya dipahami sebagai kondisi rasional yang dapat diukur melalui indikator klinis dan ditangani secara profesional. Namun, dalam realitas sosial masyarakat Bali, sakit tidak hanya dimaknai sebagai gangguan fisik, tetapi juga berkaitan dengan dimensi non-medis yang tidak kasatmata (niskala). Studi ini bertujuan mengkaji dinamika pemaknaan sakit dalam kerangka sekala dan niskala, serta melihat bagaimana keduanya berinteraksi dalam praktik kesehatan masyarakat Bali kontemporer periode 2000–2025. Studi ini menggunakan metode sejarah yang dipadukan dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara lapangan di Denpasar, Tabanan, Gianyar, dan Buleleng, serta didukung oleh studi dokumen. Analisis dilakukan secara kritis untuk memahami konstruksi makna sakit dalam konteks sosial-budaya. Hasil studi menunjukkan bahwa masyarakat Bali memaknai sakit sebagai pengalaman multidimensional. Praktik kesehatan mencerminkan adanya negosiasi antara pendekatan medis modern (sekala) dan kepercayaan lokal (niskala), yang diterapkan secara fleksibel sesuai situasi. Keberlangsungan kedua dimensi ini dipengaruhi oleh budaya, pengalaman empiris, dan peran lingkungan sosial. Interaksi tersebut melahirkan praktik medical pluralism, di mana sistem medis dan non-medis berjalan berdampingan. Dengan demikian, pemaknaan sakit di Bali kontemporer merupakan hasil interaksi kompleks antara budaya, kepercayaan, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan yang sensitif terhadap konteks budaya lokal guna menghadirkan layanan yang lebih efektif dan kontekstual.

References

Adnyana, et al. (2025). Ethnomedicine di Indonesia: Perspektif tradisional hingga lanskap modern. Widya Kesehatan, 7(1). Dilihat 28 Maret 2026. https://www.researchgate.net/.

Ardhana, I.K. (2020). Pemetaan Tipologi dan Karakteristik Desa Adat di Bali. Denpasar: Cakra Media Utama.

Foucault, M. (2003). The Birth of The Clinic: An Archaeology of Medical Perception. Oxfordshire: Routledge.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Good, B.J. (2012). Medicie, Rationality and Experience: An Anthropological Perspective. Cambdridge: Cambridge University Press.

Helman, C. (2007). Culture, Health and Illness. Florida: CRC Press.

Januraga, P.P. (2021). Pendekatan Multi-disiplin; Dari Sebuah Diskursus ke Arah Profesionalisme Riset dan Pendidikan Kesehatann Masyarakat. Denpasar: Panuduh Atma Waras.

Kleinman, A. (1978). Concepts and a model for the comparison of medical systems as cultural systems. Social Science & Medicine, 12B. Dilihat 26 Maret 2026. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/.

Kleinman, A. (1980). Patients and Healers in The Context of Culture. California: University of California Press.

Kleinman, A. (2020). The illness narratives: Suffering, Healing, and the Human Condition. New York: Basic Books.

Koentjaraningrat. (2002). Pengantar antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Nala, N. (1997). Usada Bali. Denpasar: PT. Upada Sastra.

Sari, N.P.M, et al. (2022). Dualitas Sekala-Niskala dalam Pararem Gering Agung: Memahami Penanganan Covid-19 Berbasis Adat dari Perspektif Kebijakan Publik di Bali. Jurnal Kajian Bali, 12(1). Dilihat 28 Maret 2026. https://ejournal1.unud.ac.id/.

Downloads

Published

2026-04-01

Issue

Section

Articles