Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif dan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-11 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro

Authors

  • Nurmiati Nurmiati Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Adri Idiana Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Rina Julianti Poltekkes Kemenkes Aceh

Keywords:

Exclusive breastfeeding, diarrhea, infants, public health

Abstract

Diare tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2024), sekitar 1,7 miliar kasus diare terjadi setiap tahunnya, dengan prevalensi tinggi di Asia Tenggara. Pemberian ASI eksklusif diketahui memberikan efek perlindungan terhadap penyakit menular, termasuk diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian diare pada bayi usia 0–11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 196 ibu dengan bayi usia 0–11 bulan, dengan sampel 66 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36 responden (54,5%) memberikan ASI eksklusif, sedangkan 48 bayi (72,7%) tidak mengalami diare. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian diare (p = 0,012; p < 0,05). Kesimpulannya, pemberian ASI eksklusif secara signifikan berhubungan dengan penurunan kejadian diare pada bayi. Promosi kesehatan mengenai pemberian ASI eksklusif perlu diperkuat untuk mengurangi risiko diare pada bayi

References

Amalia, E., et al. (2021). Edukasi Kandungan ASI dan Pemberian ASI Eksklusif.

Roesli, U. (2000). Mengenal ASI Eksklusif.

Sudargo, T. (2023). Pemberian ASI Eksklusif Sebagai Makanan Sempurna.

Sihotang, J. (2023). Pemberian ASI Eksklusif Menurunkan Kejadian Diare.

WHO. (2024). Global Diarrhea Report.

Downloads

Published

2026-04-25

Issue

Section

Articles