Analisis Empiris Risiko Bencana Sumatera dan Model Adaptive Risk Governance

Authors

  • Aura Ayu Wulandari Universitas Negeri Surabaya
  • Erlyna Putri Eka Wijayanti Universitas Negeri Surabaya
  • Meirinawati Meirinawati Universitas Negeri Surabaya

Keywords:

Manajemen risiko bencana, Tata kelola adaptif, Fragmentasi kebijakan

Abstract

Peningkatan frekuensi bencana alam yang terjadi di Sumatera antara tahun 2025 dan 2026 menunjukkan adanya keterbatasan dalam metode manajemen publik yang menangani risiko bencana secara responsif dan terfragmentasi. Artikel ini bertujuan untuk merubah perspektif mengenai manajemen publik terkait risiko bencana di Sumatera dengan menerapkan pendekatan tata kelola risiko yang responsif, di mana perubahan dalam tatanan manajemen menjadi inti untuk memperkuat ketahanan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan mengandalkan data sekunder mengenai bencana dan kondisi iklim, serta dokumen kebijakan yang relevan dan laporan dari lembaga terkait di tingkat nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko bencana di Sumatera semakin kompleks dan bersifat multi-ragam, yang dipengaruhi oleh interaksi antara dinamika geofisik, perubahan iklim yang ekstrem, serta kerentanan struktural yang diakibatkan oleh cara penggunaan lahan dan perencanaan pembangunan yang belum sepenuhnya memperhatikan risiko. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa masalah utama dalam manajemen publik terkait risiko bencana mencakup kebijakan yang terpecah, kurangnya kolaborasi antar instansi, dan pendekatan yang hanya merespons keadaan darurat. Sebagai kontribusi konseptual, studi ini menyajikan model pengelolaan risiko yang responsif, yang menekankan pada pentingnya integrasi data dan teknologi, strategi yang berbasis risiko, serta peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendukung peralihan dari sistem tata kelola yang reaktif ke sistem yang lebih responsif dan berorientasi pada ketahanan jangka panjang.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026). Data bencana Indonesia. Diakses dari https://dibi.bnpb.go.id

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2026). Data gempa dan iklim Indonesia. Diakses dari https://www.bmkg.go.id

Cutter, S. L., Boruff, B. J., & Shirley, W. L. (2003). Social vulnerability to environmental hazards. Social Science Quarterly, 84(2), 242–261. https://doi.org/10.1111/1540-6237.8402002

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Diakses dari https://www.ipcc.ch/report/ar6/wg1/

Margono, B. A., Potapov, P. V., Turubanova, S., Stolle, F., & Hansen, M. C. (2014). Primary forest cover loss in Indonesia. Nature Climate Change, 4(8), 730–735. https://doi.org/10.1038/nclimate2277

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Renn, O., & Walker, K. (Eds.). (2008). Global risk governance: Concept and practice using the IRGC framework. Dordrecht: Springer.

Sieh, K., & Natawidjaja, D. (2000). Neotectonics of the Sumatran fault, Indonesia. Journal of Geophysical Research: Solid Earth, 105(B12), 28295–28326. https://doi.org/10.1029/2000JB900120

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. Diakses dari https://www.undrr.org/publication/sendai-framework-disaster-risk-reduction-2015-2030

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2022). Global assessment report on disaster risk reduction. Diakses dari https://www.undrr.org/gar

Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At risk: Natural hazards, people’s vulnerability and disasters (2nd ed.). London: Routledge.

Downloads

Published

2026-04-27

Issue

Section

Articles