Etika dalam Multikulturalisme: Analisis Kritis terhadap Tradisi "Kawin Tangkap" di Sumba
Keywords:
kawin tangkap, multikulturalisme, kekerasan structuralAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena "kawin tangkap" di Sumba, Nusa Tenggara Timur, melalui kerangka multikulturalisme, pluralisme hukum, dan hak asasi manusia (HAM). Menggunakan pendekatan kualitatif sosio-legal dan analisis wacana kritis terhadap literatur mutakhir (2020–2025), penelitian ini menemukan bahwa klaim pelestarian budaya dalam praktik ini telah bermutasi menjadi pembatasan internal (internal restrictions) menurut teori Will Kymlicka. Pergeseran makna dari ritual teaterikal berbasis persetujuan menjadi instrumen kekerasan fisik dan struktural dilegitimasi oleh narasi patriarki dan komodifikasi belis. Di tengah kebuntuan penegakan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) akibat kompromi hukum adat, perempuan Sumba menunjukkan agensi resistensi yang kuat melalui taktik mikropolitik, jaringan perlindungan, dan perlawanan epistemik via karya sastra seperti novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Sebagai tawaran resolusi, kajian ini mengadopsi etika komunikasi Jürgen Habermas untuk mendekonstruksi kekerasan simbolik Pierre Bourdieu, merumuskan ulang relasi kuasa di institusi adat, dan menuntut supremasi hukum negara demi melindungi otonomi Perempuan
References
Arafah, R. A., & Destiwati, R. (2024). Persuasive Communication Strategies in Dealing with Mental Health Stigma Using an Inclusive Approach. Hulondalo Jurnal, 11(1). https://www.researchgate.net/publication/400087658_Buku_Ruang_Bicara_Tak_Boleh_Hilang
Aristya, I. S., Agustina, A., & Santoso, B. (2024). Feminisme Dalam Novel Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo. Jurnal PPN, 1(2). https://www.jurnal.stkipm-pagaralam.ac.id/index.php/jppn/article/view/119/20
Asmara, Y., & Firman, F. (2023). Konflik Antara Hukum Adat dan Hukum Nasional: Kasus Kawin Tangkap di Sumba. Jurnal Perspektif Pendidikan, 6(3). https://doi.org/10.31933/unesrev
Budi, S., & Osmawati, R. (2020). Mekanisme Kekerasan terhadap Perempuan dalam Rumah Tangga Perspektif Teori Kekerasan Simbolik Pierre Bourdieu. Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah Dan Hukum, 49(2), 458–478. https://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/ittishol/article/view/17789
Danardono, D. (2024). Multikulturalisme - Kewarganegaraan & Kewargaan Kelompok. Unika Repository. https://repository.unika.ac.id/36007/1/4.MULTIKULTURALISME%20-%20KEWARGANEGARAAN%20%26%20KEWARGAAN%20KELOMPOK%20%5BJPIC-OFM%5D__Donny%20Danardono__27-5-2024.pdf
Destriana, M. (2024). Interest Advocacy in State Interference with the Enforcement of Religion Freedom. 7HRC Book of Abstracts. https://www.sydney.edu.au/content/dam/corporate/documents/sydney-southeast-asia-centre/7hrc-book-of-abstracts-2024.pdf
Dju Bire, A., & Radja, M. R. (2023). Solidaritas dan Resistensi Perempuan Adat dalam Merespons Tradisi di Sumba. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 18(1), 131-141. https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/download/1324/874
Dulmanan, A. A. (2020). Multikulturalisme dan Politik Identitas: Dilema Demokrasi dan Masyarakat Plural. Muqoddima: Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi, 1(1), 31-42. https://media.neliti.com/media/publications/333390-multikulturalisme-dan-politik-identitas-479b9566.pdf
Herman, H., Kaimuddin, O., Hidayat, S., Handrawan, Jabalnur, & Muntalib, D. N. (2023). Adat Kawin Tangkap (Perkawinan Paksa) sebagai Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Halu Oleo Legal Research, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.33772/holresch.v5i1.217
Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan [Komnas Perempuan]. (2024). Laporan Pemantauan Kawin Tangkap di Sumba: Praktik Pemaksaan Perkawinan Berbasis Gender Terhadap Perempuan. Jakarta: Komnas Perempuan.
Kopong, G. J. (2020). Kekerasan Berbasis Gender: Telaah Teoritis 'Kawin Tangkap' Dalam Budaya Sumba (NTT). Optimisme: Jurnal Budaya dan Sastra, 1(2). https://www.researchgate.net/publication/371205294_PERLINDUNGAN_HAK_PEREMPUAN_BERDASARKAN_CONVENTION_ON_ELIMINATION_OF_ALL_FORMS_OF_DISCRIMINATION_AGAINTS_WOMEN_CEDAW_DALAM_TRADISI_KAWIN_TANGKAP_DI_SUMBA
Kymlicka, W. (1995). Multicultural Citizenship: A Liberal Theory of Minority Rights. Oxford: Oxford University Press.
Kymlicka, W., & Cohen-Almagor, R. (2005). Democracy and Multiculturalism. Philosophy, 1-20. https://www.scribd.com/document/792942414/Azerbaijan-Multiculturalism
Manalu, A. G. B. (2024). Catatan Jurnal Perempuan Melawan Lupa, Merawat Resistensi: Politik Tubuh, Agensi, dan Ingatan Gerakan Perempuan Masa Orde Baru. Indonesian Feminist Journal, 5(1). https://indonesianfeministjournal.org/index.php/IFJ/issue/download/44/42
Mesa, G. D., & Frans, M. P. (2024). Konflik Antara Hukum Adat Dan Hukum Nasional: Kasus Kawin Tangkap Di Sumba. Unes Law Review, 6(3), 8307-8314. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/MHI/article/download/1324/1443
Nugraha, S. M. O. (2024). Budaya Kawin Tangkap dalam Perspektif Gender dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(9). https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/JIMU/article/view/40203/0
Nurhidayatuloh, et al. (2011). Politik Hukum HAM tentang Hak-Hak Politik Perempuan di Indonesia. Fakultas Hukum UII Press. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/8544/RTH%2002.pdf
Okin, S. M. (1999). Is Multiculturalism Bad for Women? Boston Review. https://www.bostonreview.net/forum/susan-moller-okin-multiculuralism-bad-women/yael-tamir-who-do-you-trust/
Öztürk, F. (2025). Will Kymlicka's Multicultural Citizenship. Beijing Law Review, 16, 2198-2217. https://doi.org/10.4236/blr.2025.164111
Ramadhan, P. Z., et al. (2024). Analisis Novel "Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam" Karya Dian Purnomo Dalam Pendekatan Sosiologi Sastra. Jurnal Media Akademik, 2(5). https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/309/301
Shachar, A. (2001). Multicultural Jurisdictions: Cultural Differences and Women's Rights. Michigan Law Review. https://repository.law.umich.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1849&context=mlr
Tanggu, E. (2021). Pluralisme Hukum Tradisi Kawin Tangkap Suku Sumba. Jurnal Panah Keadilan, 56. https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/PanahKeadilan/article/download/1533/1111
Universitas Gadjah Mada [UGM]. (2024). Kekerasan terhadap Perempuan dalam Praktik Kawin Tangkap di Sumba Ditinjau dari Teori Segitiga Kekerasan Johan Galtung. Universitas Gadjah Mada ETD Repository. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/247365
Zandri, H. Z., & Kustantinah, I. (2025). Hukum Adat sebagai Instrumen Kontrol Sosial atas Perempuan: Studi Kasus Kawin Tangkap di Sumba. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 1556-1564. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1324
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fauza Syahiban, Awi Febrian, Nadira Syifa Qanita, Naila Annisa Siregar, Bisru Hafi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










