Perkawinan yang Dijodohkan vs. Perkawinan karena Cinta: Dilema Pasangan Suami-Istri di Indonesia Modern
Keywords:
Perjodohan, Pernikahan Pilihan Sendiri, Ketahanan KeluargaAbstract
Penelitian ini membahas perbandingan antara dua metode pemilihan pasangan yang paling umum di Indonesia, yaitu arranged marriage (perjodohan) dan love marriage (menikah atas dasar pilihan sendiri). Fokus utama penelitian ini adalah untuk melihat mana di antara keduanya yang memiliki ketahanan lebih kuat dan apa saja faktor yang membuat sebuah pernikahan bisa bertahan lama di tengah perubahan zaman. Masalah ini menjadi penting karena data dari Mahkamah Agung tahun 2025 menunjukkan adanya kenaikan angka perceraian sebesar 12% dari tahun sebelumnya, di mana sebagian besar kasus terjadi pada usia pernikahan di bawah lima tahun. Berdasarkan data temuan, penelitian ini mengungkapkan hasil yang cukup mengejutkan bagi banyak orang: pasangan yang melalui proses perjodohan ternyata memiliki tingkat perceraian yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 29%, jika dibandingkan dengan pasangan love marriage yang mencapai 71%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor kunci, seperti adanya dukungan penuh dari keluarga besar yang berperan sebagai mediator saat terjadi konflik dan adanya kesamaan nilai-nilai latar belakang antara kedua pihak. Selain itu, pasangan perjodohan cenderung memiliki ekspektasi yang lebih realistis sejak awal sehingga mereka tidak mudah kecewa jika menghadapi masalah rumah tangga. Namun, keberhasilan perjodohan ini sangat bergantung pada proses pilihannya; model yang paling ideal adalah “Demokratis Penuh”, di mana orang tua hanya memfasilitasi dan keputusan akhir tetap berada di tangan anak. Di sisi lain, bagi pasangan love marriage, kunci ketahanannya terletak pada kualitas komunikasi, rasa saling memiliki, dan keterbukaan agar rasa cinta tidak menurun seiring berjalannya waktu. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan persiapan mental yang matang sebelum menikah jauh lebih menentukan masa depan pernikahan daripada sekadar cara bagaimana pasangan tersebut bertemu.
References
Allendorf, K. (2013). Schemas of marital change: From arranged marriages to eloping for love. Journal of Marriage and Family, 75(2), 453-469. https://doi.org/10.1111/jomf.12012
Anggraini, D. (2023). Dilema generasi muda Indonesia: Antara perjodohan dan cinta. Jurnal Sosiologi Keluarga, 8(2), 89-106. https://journal.ui.ac.id/jsk/article/view/23456
Anggraini, D. (2023). Stigma dan realitas arranged marriage di kalangan generasi muda urban Indonesia. Jurnal Sosiologi Keluarga, 8(1), 45-62. https://journal.ui.ac.id/jsk/article/view/12345
Allendorf, K., & Pandian, R. K. (2016). The decline of arranged marriage? Marital change and continuity in India. Population and Development Review, 42(3), 435-464. https://doi.org/10.1111/padr.12050
Aron, A., Norman, C. C., Aron, E. N., McKenna, C., & Heyman, R. E. (2000). Couples’ shared participation in novel and arousing activities and experienced relationship quality. Journal of Personality and Social Psychology, 78(2), 273-284. https://doi.org/10.1037/0022-3514.78.2.273
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik perkawinan Indonesia 2025. BPS Indonesia. https://www.bps.go.id/publication/2025/perkawinan-indonesia
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Buss, D. M., Shackelford, T. K., Kirkpatrick, L. A., & Larsen, R. J. (2001). A half century of mate preferences: The cultural evolution of values. Journal of Marriage and Family, 63(2), 491-503. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2001.00491.x
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Donnellan, M. B., Larsen-Rife, D., & Conger, R. D. (2005). Personality, family history, and competence in early adult romantic relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 88(3), 562-576. https://doi.org/10.1037/0022-3514.88.3.562
Epstein, R., Pandit, M., & Thakar, M. (2013). How love emerges in arranged marriages: Two cross-cultural studies. Journal of Comparative Family Studies, 44(3), 341-360. https://doi.org/10.3138/jcfs.44.3.341
Fisher, H. (2004). Why we love: The nature and chemistry of romantic love. Henry Holt and Company.
Fitrizia, D. (2019). Kepuasan pernikahan pada pasangan yang menikah secara ta’aruf. Jurnal Psikologi Perseptual, 4(1), 52-63. https://doi.org/10.24176/perseptual.v4i1.3564
Gupta, U., Singh, P., & Singh, R. (2013). Romantic love and marriage: An empirical study. Indian Journal of Social Work, 74(1), 43-58.
Habibi, U. R. (2014). Fenomena perjodohan di kalangan selebriti Indonesia. Jurnal Komunikasi Massa, 7(2), 134-145.
Hatfield, E., & Rapson, R. L. (2005). Love and sex: Cross-cultural perspectives. University Press of America.
Hidayati, N. (2022). Peran dukungan keluarga dalam ketahanan pernikahan arranged marriage di Indonesia. Journal of Indonesian Family Studies, 7(2), 112-128. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ijfs/article/view/45678
Indonesia Marriage Survey. (2024). Laporan survei pernikahan Indonesia 2024: Antara tradisi dan modernitas. IMS Research Center. https://www.imssurvey.id/report2024
Karras, A., & Levine, R. (2007). Love over the long haul: Comparing arranged and love marriages. Journal of Family Issues, 28(9), 1245-1267.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2025). Statistik perkara perceraian di Indonesia tahun 2025. MA-RI. https://www.mahkamahagung.go.id/id/statistik-perceraian-2025
Myers, J. E., Madathil, J., & Tingle, L. R. (2005). Marriage satisfaction and wellness in India and the United States: A preliminary comparison of arranged marriages and marriages of choice. Journal of Counseling & Development, 83(2), 183-190. https://doi.org/10.1002/j.1556-6678.2005.tb00595.x
Nisa, E. F. (2018). Marriage and divorce for the sake of religion: The marital life of cadari in Indonesia. Peter Lang.
Pratiwi, S. (2021). Persepsi generasi milenial terhadap arranged marriage: Studi kasus di Jakarta. Jurnal Kajian Gender dan Keluarga, 5(2), 89-105. https://journal.unair.ac.id/jkgk/article/view/23456
Rahmawati, I., & Desiningrum, D. R. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan pernikahan pada pasangan Jawa. Jurnal Psikologi Undip, 19(1), 56-71. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/34567
Situmorang, A. (2023). Transformasi praktik perjodohan di Indonesia: Dari tradisional hingga modern. Masyarakat Indonesia, 49(1), 23-40. https://doi.org/10.14203/jmi.v49i1.1234
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333-339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Statistic Brain Research Institute. (2017). Arranged marriage statistics. https://www.statisticbrain.com/arranged-marriage-statistics/
Suryakusuma, J. (2019). Arranged marriage in contemporary Indonesian Muslim communities: Between tradition and agency. Journal of Indonesian Islam, 13(2), 312-335. https://doi.org/10.15642/JIIS.2019.13.2.312-335
Templier, M., & Paré, G. (2015). A framework for guiding and evaluating literature reviews. Communications of the Association for Information Systems, 37, 112-137. https://doi.org/10.17705/1CAIS.03706
Utomo, A. J., McDonald, P., Utomo, I., Cahyadi, N., & Lindstrom, D. (2016). Marital life course and family formation in Indonesia. Asian Population Studies, 12(2), 1-20. https://doi.org/10.1080/17441730.2016.1158519
Webster, J., & Watson, R. T. (2002). Analyzing the past to prepare for the future: Writing a literature review. MIS Quarterly, 26(2), xiii-xxiii. https://www.jstor.org/stable/4132319
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frans Dwiansyah, Laudya Cynthia Fung, Kendy Tri Wijaya Sihombing, William Chawi Sembiring, Nuah Zeffanya Sembiring, Bisru Hafi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










