Perkawinan yang Dijodohkan vs. Perkawinan karena Cinta: Dilema Pasangan Suami-Istri di Indonesia Modern

Authors

  • Frans Dwiansyah Universitas Sumatera Utara
  • Laudya Cynthia Fung Universitas Sumatera Utara
  • Kendy Tri Wijaya Sihombing Universitas Sumatera Utara
  • William Chawi Sembiring Universitas Sumatera Utara
  • Nuah Zeffanya Sembiring Universitas Sumatera Utara
  • Bisru Hafi Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Perjodohan, Pernikahan Pilihan Sendiri, Ketahanan Keluarga

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan antara dua metode pemilihan pasangan yang paling umum di Indonesia, yaitu arranged marriage (perjodohan) dan love marriage (menikah atas dasar pilihan sendiri). Fokus utama penelitian ini adalah untuk melihat mana di antara keduanya yang memiliki ketahanan lebih kuat dan apa saja faktor yang membuat sebuah pernikahan bisa bertahan lama di tengah perubahan zaman. Masalah ini menjadi penting karena data dari Mahkamah Agung tahun 2025 menunjukkan adanya kenaikan angka perceraian sebesar 12% dari tahun sebelumnya, di mana sebagian besar kasus terjadi pada usia pernikahan di bawah lima tahun. Berdasarkan data temuan, penelitian ini mengungkapkan hasil yang cukup mengejutkan bagi banyak orang: pasangan yang melalui proses perjodohan ternyata memiliki tingkat perceraian yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 29%, jika dibandingkan dengan pasangan love marriage yang mencapai 71%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor kunci, seperti adanya dukungan penuh dari keluarga besar yang berperan sebagai mediator saat terjadi konflik dan adanya kesamaan nilai-nilai latar belakang antara kedua pihak. Selain itu, pasangan perjodohan cenderung memiliki ekspektasi yang lebih realistis sejak awal sehingga mereka tidak mudah kecewa jika menghadapi masalah rumah tangga. Namun, keberhasilan perjodohan ini sangat bergantung pada proses pilihannya; model yang paling ideal adalah “Demokratis Penuh”, di mana orang tua hanya memfasilitasi dan keputusan akhir tetap berada di tangan anak. Di sisi lain, bagi pasangan love marriage, kunci ketahanannya terletak pada kualitas komunikasi, rasa saling memiliki, dan keterbukaan agar rasa cinta tidak menurun seiring berjalannya waktu. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan persiapan mental yang matang sebelum menikah jauh lebih menentukan masa depan pernikahan daripada sekadar cara bagaimana pasangan tersebut bertemu.

References

Allendorf, K. (2013). Schemas of marital change: From arranged marriages to eloping for love. Journal of Marriage and Family, 75(2), 453-469. https://doi.org/10.1111/jomf.12012

Anggraini, D. (2023). Dilema generasi muda Indonesia: Antara perjodohan dan cinta. Jurnal Sosiologi Keluarga, 8(2), 89-106. https://journal.ui.ac.id/jsk/article/view/23456

Anggraini, D. (2023). Stigma dan realitas arranged marriage di kalangan generasi muda urban Indonesia. Jurnal Sosiologi Keluarga, 8(1), 45-62. https://journal.ui.ac.id/jsk/article/view/12345

Allendorf, K., & Pandian, R. K. (2016). The decline of arranged marriage? Marital change and continuity in India. Population and Development Review, 42(3), 435-464. https://doi.org/10.1111/padr.12050

Aron, A., Norman, C. C., Aron, E. N., McKenna, C., & Heyman, R. E. (2000). Couples’ shared participation in novel and arousing activities and experienced relationship quality. Journal of Personality and Social Psychology, 78(2), 273-284. https://doi.org/10.1037/0022-3514.78.2.273

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik perkawinan Indonesia 2025. BPS Indonesia. https://www.bps.go.id/publication/2025/perkawinan-indonesia

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Buss, D. M., Shackelford, T. K., Kirkpatrick, L. A., & Larsen, R. J. (2001). A half century of mate preferences: The cultural evolution of values. Journal of Marriage and Family, 63(2), 491-503. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2001.00491.x

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Donnellan, M. B., Larsen-Rife, D., & Conger, R. D. (2005). Personality, family history, and competence in early adult romantic relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 88(3), 562-576. https://doi.org/10.1037/0022-3514.88.3.562

Epstein, R., Pandit, M., & Thakar, M. (2013). How love emerges in arranged marriages: Two cross-cultural studies. Journal of Comparative Family Studies, 44(3), 341-360. https://doi.org/10.3138/jcfs.44.3.341

Fisher, H. (2004). Why we love: The nature and chemistry of romantic love. Henry Holt and Company.

Fitrizia, D. (2019). Kepuasan pernikahan pada pasangan yang menikah secara ta’aruf. Jurnal Psikologi Perseptual, 4(1), 52-63. https://doi.org/10.24176/perseptual.v4i1.3564

Gupta, U., Singh, P., & Singh, R. (2013). Romantic love and marriage: An empirical study. Indian Journal of Social Work, 74(1), 43-58.

Habibi, U. R. (2014). Fenomena perjodohan di kalangan selebriti Indonesia. Jurnal Komunikasi Massa, 7(2), 134-145.

Hatfield, E., & Rapson, R. L. (2005). Love and sex: Cross-cultural perspectives. University Press of America.

Hidayati, N. (2022). Peran dukungan keluarga dalam ketahanan pernikahan arranged marriage di Indonesia. Journal of Indonesian Family Studies, 7(2), 112-128. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ijfs/article/view/45678

Indonesia Marriage Survey. (2024). Laporan survei pernikahan Indonesia 2024: Antara tradisi dan modernitas. IMS Research Center. https://www.imssurvey.id/report2024

Karras, A., & Levine, R. (2007). Love over the long haul: Comparing arranged and love marriages. Journal of Family Issues, 28(9), 1245-1267.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2025). Statistik perkara perceraian di Indonesia tahun 2025. MA-RI. https://www.mahkamahagung.go.id/id/statistik-perceraian-2025

Myers, J. E., Madathil, J., & Tingle, L. R. (2005). Marriage satisfaction and wellness in India and the United States: A preliminary comparison of arranged marriages and marriages of choice. Journal of Counseling & Development, 83(2), 183-190. https://doi.org/10.1002/j.1556-6678.2005.tb00595.x

Nisa, E. F. (2018). Marriage and divorce for the sake of religion: The marital life of cadari in Indonesia. Peter Lang.

Pratiwi, S. (2021). Persepsi generasi milenial terhadap arranged marriage: Studi kasus di Jakarta. Jurnal Kajian Gender dan Keluarga, 5(2), 89-105. https://journal.unair.ac.id/jkgk/article/view/23456

Rahmawati, I., & Desiningrum, D. R. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan pernikahan pada pasangan Jawa. Jurnal Psikologi Undip, 19(1), 56-71. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/34567

Situmorang, A. (2023). Transformasi praktik perjodohan di Indonesia: Dari tradisional hingga modern. Masyarakat Indonesia, 49(1), 23-40. https://doi.org/10.14203/jmi.v49i1.1234

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333-339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Statistic Brain Research Institute. (2017). Arranged marriage statistics. https://www.statisticbrain.com/arranged-marriage-statistics/

Suryakusuma, J. (2019). Arranged marriage in contemporary Indonesian Muslim communities: Between tradition and agency. Journal of Indonesian Islam, 13(2), 312-335. https://doi.org/10.15642/JIIS.2019.13.2.312-335

Templier, M., & Paré, G. (2015). A framework for guiding and evaluating literature reviews. Communications of the Association for Information Systems, 37, 112-137. https://doi.org/10.17705/1CAIS.03706

Utomo, A. J., McDonald, P., Utomo, I., Cahyadi, N., & Lindstrom, D. (2016). Marital life course and family formation in Indonesia. Asian Population Studies, 12(2), 1-20. https://doi.org/10.1080/17441730.2016.1158519

Webster, J., & Watson, R. T. (2002). Analyzing the past to prepare for the future: Writing a literature review. MIS Quarterly, 26(2), xiii-xxiii. https://www.jstor.org/stable/4132319

Downloads

Published

2026-06-04

Issue

Section

Articles

How to Cite

Perkawinan yang Dijodohkan vs. Perkawinan karena Cinta: Dilema Pasangan Suami-Istri di Indonesia Modern. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 3842-3856. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7295