Streotip Sosial Sebagai Hambatan Dalam Hubungan Antar Golongan

Authors

  • Janera Maharani Universitas Sumatera Utara
  • Wanda Habibah Al-Zahwa Universitas Sumatera Utara
  • Billy Dwy Nugraha Haryono Universitas Sumatera Utara
  • Ester Melvin Yansria Mendova Universitas Sumatera Utara
  • Ilham F Kurniawan Universitas Sumatera Utara
  • Mhd Habiburrahman Universitas Sumatera Utara
  • Bisru Hafi Universitas Sumatera Utara

Keywords:

stereotip Sosial, hubungan antar golongan, prasangka

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran stereotip sosial sebagai hambatan dalam hubungan antar golongan. Hubungan antar golongan penting bagi keharmonisan sosial, namun sering terganggu oleh prasangka dan diskriminasi. Stereotip menyederhanakan penilaian terhadap kelompok lain dan dapat berkembang menjadi sikap negatif serta perilaku diskriminatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan stereotip terbentuk dari pengalaman terbatas, lingkungan, dan media, serta diperkuat oleh pembagian in-group dan out-group. Dampaknya adalah jarak sosial dan rendahnya kepercayaan. Upaya pengurangan stereotip diperlukan melalui interaksi inklusif dan pendidikan multikultural.

References

Allport, G. W. (1954). The Nature of Prejudice. Addison-Wesley.

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Lippmann, W. (1922). Public Opinion. Harcourt, Brace and Company.

Malahati, I., Kurniawan, A., & Hidayat, R. (2023). Studi Literatur dalam Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif. Jurnal Ilmiah Sosial Humaniora, 5(1), 112–130. https://doi.org/10.47467/elmal.v5i1

Murdianto. (2018). Stereotipe, Prasangka dan Resistensinya: Studi Kasus pada Etnis Madura dan Tionghoa di Indonesia. Qalamuna: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 10(2), 1–20. https://doi.org/10.5281/zenodo.3552006

Patonah, S., et al. (2023). Pendekatan Kualitatif dalam Kajian Fenomena Sosial Kompleks. Jurnal Sosiologi Indonesia, 10(3), 200-215. Terkait metodologi di https://repository.unpar.ac.id/handle/123456789/15358repository.unpar

Putri, A. A., et al. (2024). Psikologi Sosial: Prasangka dan Diskriminasi. Humanisa: Jurnal Ilmu Sosial, 2(6), 592–598. https://humanisa.my.id/index.php/hms/article/download/165/208

Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An Integrative Theory of Intergroup Conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The Social Psychology of Intergroup Relations (pp. 33–47). Brooks/Cole.

Downloads

Published

2026-06-05

Issue

Section

Articles

How to Cite

Streotip Sosial Sebagai Hambatan Dalam Hubungan Antar Golongan. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 3863-3867. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7301