Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan Mental Peserta Didik di Era Digital
Keywords:
Kompetensi Guru BK, Kesehatan Mental, Era DigitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menghadapi tantangan kesehatan mental peserta didik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 40 guru BK tingkat SMP dan SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert berdasarkan indikator literasi digital, penanganan kesehatan mental peserta didik, konseling berbasis online, pencegahan cyberbullying, penggunaan media BK digital, dan komunikasi interpersonal. Teknik analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pengembangan kompetensi guru BK berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Aspek penanganan kesehatan mental peserta didik memperoleh persentase tertinggi sebesar 92%, diikuti pencegahan cyberbullying sebesar 90% dan literasi digital sebesar 89%. Selain itu, guru BK juga menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya pelatihan kesehatan mental sebesar 88%, kesulitan memantau kondisi psikologis siswa secara daring sebesar 84%, dan keterbatasan penguasaan teknologi sebesar 80%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru BK membutuhkan penguatan kompetensi kesehatan mental dan teknologi digital agar layanan konseling dapat berjalan secara efektif di era digital.
References
Arini, L., Neviyarni, & Firman. (2025). Tantangan dan inovasi manajemen bimbingan dan konseling di era digital: Sebuah kajian literatur. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan dan Humaniora, 4(2). https://doi.org/10.56910/jispendiora.v4i2.2250
Hadi, M., Sugiyo, & Japar, M. (2023). The effects of supervision, professional attitude, and digital literacy on counselor performance. Jurnal Bimbingan Konseling, 12(3), 174–179. https://doi.org/10.15294/jubk.v12i3.72997
Hartanto, D., Fauzia, M., Azhari, I., Kusumaningtyas, D. A., & Rizal, Y. (2024). Do guidance and counseling teacher know about students mental health problems?: A qualitative study. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2). https://doi.org/10.24042/kons.v10i2.19137
Marlinda, D., Mudaim, & Muzni, A. I. (2023). Upaya guru bimbingan dan konseling mengatasi kecemasan peserta didik dalam menjalani pembelajaran secara daring. Counseling Milenial, 4(2). https://doi.org/10.24127/konselor.v4i2.3824
Pertiwi, A. R. C. E., & Sihotang, H. (2023). Upaya sekolah meningkatkan kesehatan mental peserta didik di era digital. Psiko Edukasi, 21(2). https://doi.org/10.25170/psikoedukasi.v21i2.4946
Rahmawati, A. D., Nuraniyah, A. R., Shalma, E. S., Fauzia, S., & Nurkholis. (2026). Peran guru BK dalam mengatasi dampak perubahan sosial dan tekanan media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1). https://doi.org/10.23969/jp.v11i1.41036
Ristianti, D. H. (2022). Kompetensi digital guru bimbingan dan konseling di abad 21. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(3). https://doi.org/10.51214/bocp.v4i3.372
Situmorang, R. S., Panggabean, S., & Nababan, D. (2023). Kesehatan mental anak di era digital. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(1), 184–187. https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1.496
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bisti Amelia, Bella Syahputri, Intan Nurjannah Pulungan, Asbi Asbi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










