Prosesi  Mapui dalam Agama Kaharingan Masyarakat Adat Dayak Ngaju Di Tumbang Hakau Kalimantan Tengah

Authors

  • Dersa Yeni Universitas Negeri Padang
  • Jupriani Jupriani Universitas Negeri Padang
  • Syeilendra Syeilendra Universitas Negeri Padang

Keywords:

Mapui, Kaharingan, ritual kematian

Abstract

Penelitian ini membahas prosesi pemakaman Mapui dalam agama Kaharingan pada masyarakat adat Dayak Ngaju di Tumbang Hakau, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi budaya. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi ilmiah, dan analisis berbagai penelitian mengenai ritual kematian Dayak Ngaju Kaharingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mapui merupakan bagian penting dalam rangkaian ritual kematian yang berkaitan dengan prosesi pembakaran tulang-belulang leluhur dalam upacara Tiwah. Ritual tersebut bertujuan mengantarkan roh menuju Lewu Tatau atau alam keabadian. Pelaksanaan ritual melibatkan tahap persiapan jenazah, pemakaman sementara, pengangkatan tulang-belulang, pembakaran tulang, penyimpanan abu Mapui, hingga penempatan dalam sandung. Setiap tahapan memiliki makna religius dan simbolik yang berkaitan dengan hubungan manusia, roh leluhur, dan Ranying Hatalla Langit sebagai Tuhan tertinggi dalam ajaran Kaharingan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Mapui tidak hanya memiliki fungsi spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat Dayak Ngaju di tengah perkembangan modernisasi.

References

Arianti, Silvia, dan Kukuh Wurdianto. 2021. “Manyangiang Sebagai Ritual Pengobatan Suku Dayak Ngaju.” Anterior Jurnal 20(2): 56–63. DOI: https://doi.org/10.33084/anterior.v20i2.1658.

Budaya Indonesia “Mengenal Ritual Tiwah, Upacara Kematian Adat Dayak Ngaju.” Detik Kalimantan, 2025.

Detikcom “Sandung, the Traditional Cemetery of the Dayak Ngaju Tribe.” KPSHK, 2023.

Jayapangus Press “Ritual Ijame.” Budaya Indonesia, 2018.

Kurniawati, Dwi Putri Mishari, Sri Hastjarjo, dan Yulius Slamet. 2024. “Communication of Rituals and Traditional Ceremonies Dayak Ngaju Community in Central Kalimantan.” Formosa Journal of Science and Technology 3(1). DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v3i1.7533.

Saputra, Adithiya Wiradinatha, dan Lambok Hermanto Sihombing. 2021. “Tiwah Ceremony as Hindu Kaharingan Practices in Contemporary Dayak Ngaju Society of Kapuas Regency.” Jurnal Penelitian Agama Hindu 6(2). DOI: https://doi.org/10.37329/jpah.v6i2.1523.

Sihung, dan I Gusti Agung Dharmawan. 2025. “Tradisi Membuatan Sandung Pada Umat Hindu Kaharingan Dayak Ngaju.” Jurnal Penelitian Agama Hindu 10(1). DOI: https://doi.org/10.37329/jpah.v10i1.4118.

Downloads

Published

2026-06-07

Issue

Section

Articles

How to Cite

Prosesi  Mapui dalam Agama Kaharingan Masyarakat Adat Dayak Ngaju Di Tumbang Hakau Kalimantan Tengah. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 3898-3902. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7319