Analisis Kesantunan Berbahasa Sebagai Cerminan Budaya Komunikasi Sopir Angkot 103 Di Kota Medan

Authors

  • Dinda Safira Devianda Universitas Negeri Medan
  • Dinda Ujung Universitas Negeri Medan
  • Martina Sihotang Universitas Negeri Medan
  • Noni Aulia Pratiwi Universitas Negeri Medan
  • Sri Malem Teta Tarigan Universitas Negeri Medan
  • Theresia Anggi Natama Universitas Negeri Medan
  • Yuliana Kristina Sinurat Universitas Negeri Medan
  • Oky Fardian Gafari Universitas Negeri Medan

Keywords:

kesantunan berbahasa, budaya komunikasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan oleh sopir angkot 103 di Kota Medan sebagai cerminan budaya komunikasi masyarakat setempat, serta mengetahui dampak penggunaan bahasa sopan dan tidak sopan terhadap kenyamanan penumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di lapangan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa sopir angkot 103 berada pada tingkat yang bervariasi. Sebagian sopir menggunakan bahasa yang santun dan ramah, sementara sebagian lainnya cenderung menggunakan tuturan yang tegas dan bernada tinggi, khususnya dalam situasi tertentu seperti kemacetan atau tekanan pekerjaan. Cara berbahasa para sopir mencerminkan budaya komunikasi masyarakat Kota Medan yang bercirikan lugas, spontan, komunikatif, dan mudah akrab, dengan penggunaan dialek Melayu Medan yang bercampur unsur bahasa Batak serta istilah-istilah lokal. Nada bicara tinggi dalam konteks budaya Medan tidak selalu bermakna kasar, meskipun dapat menimbulkan persepsi berbeda bagi penumpang dari luar daerah. Selain itu, ditemukan bahwa penggunaan bahasa yang sopan berdampak positif terhadap kenyamanan penumpang, sementara penggunaan bahasa yang tidak sopan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan emosional hingga konflik. Penelitian ini menegaskan bahwa kesantunan berbahasa merupakan faktor penting dalam membangun pelayanan transportasi umum yang harmonis dan berkualitas.

References

Afiqoh. (2020). Teknik dokumentasi dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 88–95.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). PT Rineka Cipta.

Gafari, M. O. F., et al. (2025). Kesantunan atau tindak tutur masyarakat sosial: Komunitas kesehatan. KHIDMAT: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keislaman.

Halawa, N., Gani, E., & Syahrul, R. (2019). Kesantunan berbahasa Indonesia dalam tindak tutur melarang dan mengkritik pada tujuh etnis. Lingua: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya,15(2), 195–205.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices.London: Sage Publications.

Iqbal, C. I. (2018). Budaya komunikasi dalam masyarakat Jepang (Cultural Communication in Japanese Society). Walasuji, 9(1), 19–28.

Koentjaraningrat. (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Leech, G. N. (1993). Prinsip-prinsip pragmatik. UI Press Google Books

Marpaung, J. H., Simanjuntak, R. D., Purba, A. R., & Saragih, R. (2025). Pergeseran bahasa pada anak-anak dari keluarga suku Batak Toba di Kota Medan. Jurnal Pendidikan Bahasa, 15(1), 21–27.

Martin, J. N., & Nakayama, T. K. (2003). Intercultural Communication in Contexts. New York: McGraw-Hill.

Nugroho, R., Wardiani, R., & Setiawan, H. (2021). Kesantunan berbahasa dalam komunikasi masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 10(1), 139–150.

Priatna. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Jurnal Administrasi Publik, 6(2), 89–102.

Safarudin, R., Zulfamanna, Z., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 9680-9694.

Salim, et al. (2022). Analisis data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian, 4(2), 100–115.

Samovar, L. A., & Porter, R. E. (1993). Intercultural Communication: A Reader. Belmont: Wadsworth Publishing Company.

Saputra. (2021). Sumber data dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif. Jurnal Ilmiah Penelitian, 4(1), 25–33.

Serly. (2024). Bahasa sebagai alat komunikasi. Kumparan

Sirait, H. A., & Gafari, M. O. F. (2012). Pelanggaran prinsip kesantunan dalam percakapan pelanggan dan pengemudi ojek online di Medan. Sasindo: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Medan.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sutrisno, M., & Putranto, H. (2005). Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Syahputri, et al. (2023). Kerangka berpikir dalam penelitian sosial: Pendekatan konseptual dan aplikatif. Jurnal Metodologi Penelitian, 5(2), 88–102.

Wikipedia contributors. (2025). Sudako. Dalam Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses pada 25 Mei 2026.

Yonsa, Y. F. Y. (2020). Menjalin hubungan sosial melalui kesantunan berbahasa. Jurnal Ilmiah Sarasvati, 2(1), 73–78.

Downloads

Published

2026-06-08

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Kesantunan Berbahasa Sebagai Cerminan Budaya Komunikasi Sopir Angkot 103 Di Kota Medan. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 3986-3993. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7340