Analisis Kesantunan Berbahasa pada Komunitas Paduan Suara Gereja: Kajian Pragmatik Berdasarkan Teori Kesantunan Leech
Keywords:
kesantunan berbahasa, komunikasi interpersonal, paduan suara gerejaAbstract
Kesantunan dalam berbahasa adalah salah satu aspek krusial dalam komunikasi yang berperan menjaga keharmonisan hubungan sosial di dalam suatu komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai bentuk dan penerapan prinsip kesantunan dalam berbahasa di kalangan anggota Paduan Suara Gereja HKBP Pardamean berdasarkan teori kesantunan yang dikemukakan oleh Leech. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan sumber data berasal dari tuturan tiga anggota komunitas yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan dianalisis menggunakan enam maksim kesantunan menurut Leech, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kesepakatan, dan simpati. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prinsip kesantunan dalam berbahasa diterapkan dalam berbagai bentuk interaksi antaranggota komunitas.Maksim penghargaan dan maksim kesepakatan merupakan maksim yang paling menonjol, tercermin dari penggunaan tuturan yang menghargai kontribusi dari anggota lain, menjaga keharmonisan dalam komunikasi, serta membangun kolaborasi dalam kegiatan pelayanan. Di samping itu, teridentifikasi beberapa tuturan yang melanggar prinsip kesantunan, terutama dalam situasi yang melibatkan perbedaan pandangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip kesantunan dalam berbahasa berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif, memperkuat hubungan antarpersonal, dan mendukung kelancaran aktivitas pelayanan dalam komunitas paduan suara gereja.
References
Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.
Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In P. Cole & J. L. Morgan (Eds.), Syntax and semantics: Vol. 3. Speech acts (pp. 41–58). Academic Press.
Leech, G. (1983). Principles of pragmatics. Longman.
Leech, G. (2014). The Pragmatics of Politeness. Oxford: Oxford University Press.
Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge University Press.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nadar, F. X. (2013). Pragmatik dan penelitian pragmatik. Graha Ilmu.
Pratama, A. F., & Setyawan, B. W. (2022). Kesantunan berbahasa pada kajian diskusi “Buat Apa Menulis” di Rayon Bahasa Avicenna: Kajian prinsip kesantunan Geoffrey Leeh. Jurnal Ilmiah Fonema, 5(2), 45–58.
Rahardi, R. K. (2005). Pragmatik: Kesantunan imperatif bahasa Indonesia. Erlangga.
Rastina, Safar, M., & Idris, M. (2025). Analisis kesantunan berbahasa antara dosen dan mahasiswa bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bone. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 233–245.
Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar (Edisi revisi). Rajawali Pers.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Wardani, D. K., Mayangsari, S. D., & Afkar, T. (2024). Kesantunan berbahasa dalam komunikasi grup WhatsApp pemerintah desa: Tinjauan prinsip kesantunan Leech.
BLAZE: Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(1), 12–24.
Yule, G. (2014). Pragmatics. Oxford University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Juwita Maya Sari. S, Nandita Septika Baeha, Dini Deswina Sagala, Cahyani Oktavia Saragih, Dwi Aulia Syafira Purba, Qania Gultom, M. Oky Fardian Gafari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










