Carok, Harga Diri, dan Tandha Mateh: Analisis Dinamika Psikososial Konflik Berbasis Kehormatan Masyarakat Madura

Authors

  • Harry Yulianto Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

Keywords:

carok, harga diri, psikososial

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika psikososial carok di Madura dengan fokus pada tandha mateh sebagai manifestasi harga diri (ajhâr). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi literatur pada artikel jurnal dan buku terbit 2004–2024, dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa tandha mateh bukan rasa malu biasa, melainkan kondisi "kematian sosial" yang dipicu oleh empat faktor: perselingkuhan, penghinaan publik, sengketa tanah, atau gagalnya mediasi adat. Proses menuju carok bersifat bertahap: eskalasi rasa malu (lebbhernyandhaktandha mateh), isolasi sosial (ngelingang malo), mimpi sebagai pertandhâ, konsultasi dengan kiai, tekanan kelompok sebaya (cap kole), hingga titik tanpa mundur (bâtal onjhâk). Carok dimaknai sebagai mekanisme restorasi harga diri terakhir ketika jalur damai tidak tersedia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa carok merupakan restorasi kehormatan yang terlembagakan secara kultural, meskipun menimbulkan dualisme sanksi antara adat dan hukum negara. Temuan ini berkontribusi pada psikologi lintas budaya dan memberikan rekomendasi pencegahan konflik berbasis kearifan lokal.

References

Ariyanto, S., & Susanti, D. (2022). Sengketa tanah dan carok di Madura: Perspektif psikososial. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 24(2), 145–162.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Fauzi, A. (2020). Konsep harga diri dalam budaya Madura. Jurnal Psikologi Budaya, 4(1), 33–47.

Hasan, A. (2017). Carok dan konflik agraria di Madura. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hidayat, T. (2020). Perselingkuhan sebagai pemicu utama carok: Analisis putusan pengadilan. Jurnal Hukum dan Keadilan, 15(1), 77–95.

Karimah, S. (2019). Mimpi dan tandha mateh: Etnopsikologi carok. Buletin Psikologi Budaya, 3(2), 112–128.

Kholil, M. (2019). Peran kiai dalam resolusi konflik di Madura. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 15(2), 121–136.

Latief, A. (2015). Harga diri dan kekerasan: Antropologi carok Madura. Surabaya: LEPKIS.

Latief, A. (2018). Orang Madura: Kebudayaan dan pola perilakunya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maulana, R. (2021). Legitimasi kiai dalam keputusan carok. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 17(1), 55–72.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1–13.

Rahmawati, N. (2019). Fenomenologi tandha mateh pada korban perselingkuhan di Madura. Psikologika, 24(1), 89–106.

Wiyono, S. (2011). Carok: Kekerasan budaya atau budaya kekerasan? Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 24(3), 201–212.

Yulianto, H. (2023). Acculturation of Religion and Tradition in Maudu’lompoa. SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, 2(2), 78-89.

Yulianto, H. (2025). Dinamika Pemulihan dan Rekonstruksi Kepercayaan Pasca-Perselingkuhan Istri dalam Perspektif Psikologi Islam: Strategi Resiliensi Keluarga. Jurnal Intelek Insan Cendekia, 2(11), 17650-17672.

Zainuddin, M. (2018). Mediasi adat dan pencegahan carok. Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial, 13(2), 303–328.

Downloads

Published

2026-06-11

Issue

Section

Articles

How to Cite

Carok, Harga Diri, dan Tandha Mateh: Analisis Dinamika Psikososial Konflik Berbasis Kehormatan Masyarakat Madura. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 4254-4270. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7385