Pengalaman Emosional Siswa Broken Home Kelas VIII D SMPN 11 Kota Serang dan Upaya Pengelolaannya dalam Perspektif Konseling Islami

Authors

  • Tassya Horidata Safitri Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Ayda Khoirunnisa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Akhmad Athif Fathin Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Afrizal Rizki Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Herlina Pratiwi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Keywords:

pengalaman emosional, broken home, remaja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman emosional siswa broken home kelas VIII D SMP Negeri 11 Kota Serang serta mengidentifikasi upaya pengelolaan emosi yang dilakukan dalam perspektif konseling Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VIII D yang memiliki latar belakang keluarga broken home, dengan informan pendukung berupa guru bimbingan dan konseling serta wali kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa broken home mengalami berbagai pengalaman emosional yang beragam, meliputi perasaan sedih, kecewa, marah, cemas, kesepian, dan rendah diri. Pengalaman emosional tersebut muncul sebagai respons terhadap perceraian orang tua, konflik keluarga yang berkepanjangan, kurangnya perhatian, serta berkurangnya dukungan emosional dari keluarga. Kondisi tersebut turut memengaruhi kehidupan akademik dan sosial siswa di sekolah, seperti menurunnya konsentrasi belajar, motivasi akademik, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosial. Dalam menghadapi kondisi tersebut, siswa melakukan berbagai upaya pengelolaan emosi, antara lain mencari dukungan sosial dari teman, guru, dan keluarga terdekat, serta melakukan aktivitas spiritual seperti salat, membaca Al-Qur’an, berdoa, berzikir, bersabar, dan bertawakal kepada Allah Swt. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling Islami berperan penting dalam membantu siswa mengelola emosi secara lebih adaptif melalui penguatan aspek spiritual dan psikologis. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling berbasis nilai-nilai Islam perlu dikembangkan sebagai bentuk pendampingan bagi siswa yang mengalami kondisi broken home.

References

Aisyah, S., & Fadilah, N. (2021). Dinamika psikologis remaja broken home dalam lingkungan sekolah. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4(2), 90–102.

Amalia, D., & Rahmawati, E. (2023). Peran guru BK dalam membantu siswa broken home. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 8(2), 145–156.

Anwar, K., & Hidayat, M. (2022). Kesejahteraan psikologis remaja dari keluarga tidak harmonis. Jurnal Psikologi Islam Indonesia, 7(1), 44–57.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.

Damayanti, R. (2020). Konsep diri remaja yang berasal dari keluarga broken home. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 5(2), 85–94.

Fauziah, L., & Mulyadi, D. (2021). Hubungan dukungan sosial dengan regulasi emosi remaja. Jurnal Psikologi Nusantara, 10(1), 70–81.

Fitriani, N., & Wahyuni, S. (2022). Dampak keluarga broken home terhadap perkembangan psikologis remaja. Jurnal Konseling Pendidikan Islam, 3(1), 45–57.

Gross, J. J. (2021). Handbook of emotion regulation (3rd ed.). The Guilford Press.

Hamibawani, R., Hambali, I. M., & Indreswari, H. (2024). Psychological well-being pada siswa broken home di sekolah menengah pertama. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 9(1), 15–27.

Hasanah, U., & Maulana, R. (2024). Konseling Islami sebagai pendekatan penguatan kesehatan mental siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 15(1), 22–35.

Hidayah, N., & Prasetya, A. (2023). Regulasi emosi pada remaja broken home dalam lingkungan sekolah. Jurnal Psikologi Remaja Indonesia, 8(2), 101–112.

Irfan, M., & Suryani, T. (2020). Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan sosial remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(2), 118–129.

Jannah, M., & Nurjannah, N. (2022). Efektivitas konseling Islami dalam meningkatkan penyesuaian diri remaja broken home. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 13(2), 120–132.

Josefanny, A., & Sanjaya, R. (2021). Pengaruh kondisi keluarga terhadap perkembangan emosional remaja. Jurnal Psikologi Humaniora, 6(1), 55–67.

Kurniawati, S., & Azizah, L. (2022). Pengalaman emosional remaja pada keluarga broken home. Jurnal Psikologi Perkembangan Indonesia, 6(2), 55–68.

Lubis, N. (2021). Konseling Islami: Teori dan praktik. Kencana.

Mahmudah, S., & Rohman, F. (2023). Penerapan konseling Islam dalam mengatasi masalah emosional remaja. Jurnal Dakwah dan Konseling Islam, 5(1), 89–102.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Musnamar, T. (2020). Dasar-dasar konseptual bimbingan dan konseling Islami. UII Press.

Nurhayati, E., & Syahputra, A. (2021). Penyesuaian diri siswa broken home di sekolah menengah pertama. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(1), 31–42.

Prasetya, A., & Hidayah, N. (2023). Strategi coping dan regulasi emosi pada remaja dengan latar belakang keluarga broken home. Jurnal Konseling Indonesia, 8(1), 34–46.

Rahman, A., & Kholifah, I. (2024). Spiritualitas dan kesehatan mental remaja. Jurnal Konseling Religi, 12(1), 50–63.

Safaria, T., & Saputra, N. E. (2021). Manajemen emosi: Sebuah panduan psikologi. Bumi Aksara.

Santrock, J. W. (2020). Life-span development (18th ed.). McGraw-Hill Education.

Sari, P., & Wibowo, H. (2022). Hubungan konsep diri dengan kesejahteraan psikologis remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 11(2), 140–152.

Setiawan, D., & Fauziyah, N. (2023). Dinamika keluarga dan perkembangan emosi anak usia remaja. Jurnal Humanitas Indonesia, 8(1), 77–90.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sutoyo, A. (2020). Bimbingan dan konseling Islami: Teori dan praktik. Pustaka Pelajar.

Utami, R., & Ningsih, D. (2021). Dukungan keluarga terhadap kesehatan mental remaja. Jurnal Psikologi Sosial Indonesia, 5(2), 97–108.

Wulandari, A., & Rahman, H. (2024). Penguatan karakter religius melalui layanan konseling Islami. Jurnal Pendidikan Islam dan Konseling, 9(1), 65–78.

Yin, R. K. (2021). Case study research and applications: Design and methods (7th ed.). Sage Publications.

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2021). Landasan bimbingan dan konseling. PT Remaja Rosdakarya.

Zahra, N., & Fitria, Y. (2023). Regulasi emosi siswa SMP yang mengalami konflik keluarga. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 12(2), 111–124.

Downloads

Published

2026-06-16

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pengalaman Emosional Siswa Broken Home Kelas VIII D SMPN 11 Kota Serang dan Upaya Pengelolaannya dalam Perspektif Konseling Islami. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 4361-4372. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7439