MAGNET (Maggot, Green, Ekonomi Terpadu): Analisis Model Pemberdayaan Masyarakat Petani Maggot Berbasis Kemitraan Pengelolaan Sampah Organik di Kelurahan Bungus Timur Kota Padang

Authors

  • Angel Tri Anjani Universitas Negeri Padang
  • Aziza Ramayanti Universitas Negeri Padang
  • Aisha Azalia Fauzani Universitas Negeri Padang
  • Diya Yandari Universitas Negeri Padang
  • Yulia Hanoselina Universitas Negeri Padang

Keywords:

ekonomi hijau, maggot, pemberdayaan masyarakat

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan sampah organik di perkotaan, khususnya di Kota Padang, yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan masyarakat berbasis kemitraan melalui pendekatan MAGNET (Maggot, Green, Ekonomi Terpadu) dalam pengelolaan sampah organik di Kelurahan Bungus Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model MAGNET mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui budidaya maggot dan pemanfaatan produk turunannya. Selain itu, terbentuknya ekosistem kemitraan antar anggota FKMPLHI mendorong terciptanya rantai nilai ekonomi lokal yang berkelanjutan. Namun, implementasi model ini masih menghadapi kendala pada aspek regulasi, akses pasar, dan penguatan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah serta pengembangan kemitraan yang lebih luas guna menjamin keberlanjutan program.

References

Ahmad, M. (2007). Asset Based Communities Development (ABCD): Tipologi KKN Partisipatif UIN Sunan Kalijaga.

Aisyah, S., & Riyanti, S. M. (2022). Transfer teknologi biokonversi sampah organik menggunakan Black Soldier Fly pada masyarakat Dusun Gedangan.

Al-Kautsari, A. (2019). Asset-Based Community Development: Strategi pengembangan masyarakat.

Cammack, J. A., & Tomberlin, J. K. (2017). The impact of diet protein and carbohydrate on select life-history traits of the black soldier fly Hermetia illucens.

Etzkowitz, H., & Leydesdorff, L. (2000). The dynamics of innovation: From national systems and Mode 2 to a triple helix of university-industry-government relations.

Fahmi, M. R. (2015). Optimalisasi proses biokonversi dengan menggunakan mini-larva Hermetia illucens untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan.

Hidayah, F. F., Rahayu, D. N., & Budiman, C. (2020). Pemanfaatan larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai penanggulangan sampah organik melalui budidaya maggot.

Misdawita, M., Zamaya, Y., & Zuryani, H. (2022). Sosialisasi pemanfaatan sampah organik bernilai ekonomis dengan budidaya maggot di Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir.

Muntahanah, M., Cahyo, H., Wiyanti, D. S., & Uripi, C. R. (2023). Optimalisasi pengelolaan sampah dalam upaya peningkatan pendapatan melalui budidaya maggot.

Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik.

Putri, A. A., & Mirwan, M. (2023). Peningkatan protein Black Soldier Fly (BSF) untuk pakan ternak sebagai hasil biokonversi sampah makanan.

Rahmawati, A., Peachilia, I. P. P., Hanifah, D. S., & Humaedi, S. (2024). Potensi implementasi pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Kampung Wisata Cigadung.

Widjajanti, K. (2011). Model pemberdayaan masyarakat.

Downloads

Published

2026-06-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

MAGNET (Maggot, Green, Ekonomi Terpadu): Analisis Model Pemberdayaan Masyarakat Petani Maggot Berbasis Kemitraan Pengelolaan Sampah Organik di Kelurahan Bungus Timur Kota Padang. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 4467-4479. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7491