Simetri Bilateral sebagai Kunci: Analisis Struktur dan Tata Letak Organ Pada Vermes
Keywords:
Organ Tubuh, Simetri Bilateral, VermesAbstract
Vermes merupakan kelompok hewan avertebrata yang memiliki simetri bilateral dan sistem tubuh yang lebih terorganisasi dibandingkan hewan bersimetri radial. Simetri bilateral memungkinkan tubuh terbagi menjadi sisi kanan dan kiri melalui satu bidang pembelah sehingga mendukung arah gerak yang jelas serta perkembangan organ yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan simetri bilateral terhadap struktur tubuh dan tata letak organ pada vermes menggunakan metode studi literatur. Data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional, buku zoologi, serta artikel ilmiah yang membahas Platyhelminthes, Nematoda, dan Annelida. Hasil kajian menunjukkan bahwa simetri bilateral berperan penting dalam perkembangan sistem saraf, sistem pencernaan, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi pada vermes. Platyhelminthes memiliki struktur tubuh sederhana tanpa rongga tubuh, sedangkan Nematoda telah memiliki rongga tubuh semu yang mendukung aktivitas organ internal. Annelida menunjukkan sistem organ paling kompleks dengan segmentasi tubuh dan sistem peredaran darah tertutup. Simetri bilateral juga mendukung proses sefalasi dan koordinasi gerak sehingga organisme mampu merespons lingkungan dengan lebih baik. Dengan demikian, simetri bilateral menjadi dasar penting dalam perkembangan struktur tubuh dan evolusi sistem organ pada vermes
References
Aida, A. N. A., Koesdarto, S., Sabdoningrum, E. K., & Permatasari, D. A. (2023). Detection of parasitic helminth in gabus fish (Channa striata) natural catches at Baduk Fish Market Nganjuk Regency. Journal of Parasite Science, 7(1), 25–30. https://doi.org/10.20473/jops.v7i1.44287
Bustami, Y., Kurnia, & Supiandi, M. I. (2019). Diversity of annelids in the Kapuas and Melawi Rivers. Jurnal Biota, 5(2), 55–63. https://doi.org/10.19109/Biota.v5i2.3036
Laumer, C. E., Fernández, R., Lemer, S., Combosch, D., Kocot, K. M., Riesgo, A., Andrade, S. C. S., Sterrer, W., Sørensen, M. V., & Giribet, G. (2019). Revisiting metazoan phylogeny with genomic sampling of all phyla. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 286(1906), 20190831. https://doi.org/10.1098/rspb.2019.0831
Lumenta, C. (2017). Avertebrata air. Unsrat Press.
Mangkoat, H. J., & Kawatu, M. H. M. (2023). Aneka ternak dan satwa harapan (Cacing & Mollusca) (M. D. Rotinsulu, Ed.). CV. Patra Media Grafindo.
Palupi, E. S., Sari, I. G. A. A. R. P., & Wibowo, E. S. (2015). Tahapan perkembangan organ reproduksi seksual planaria dari perairan lereng Gunung Slamet, Baturraden, Banyumas. Sains & Matematika, 3(2), 39–44
Pamungkas, J. (2015). Species richness and macronutrient content of wawo worms (Polychaeta, Annelida) from Ambonese waters, Maluku, Indonesia. Biodiversity Data Journal, 3, e4251. https://doi.org/10.3897/BDJ.3.e4251
Tuaputty, H., Leiwakabessy, F., Alimudi, S., Pattiasina, E. B., & Kubangun, M. T. (2026). Ekologi hewan invertebrata dan praktikumnya (1st ed.). Madza Media.
Tuwitri, R., Irwanto, R., & Kurniawan, A. (2021). Identifikasi parasit pada ikan lele (Clarias sp.) di kolam budidaya ikan Kabupaten Bangka. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 11(2), 189–198. https://doi.org/10.24319/jtpk.11.189-198
Zhang, Z.-Q. (2011). Animal biodiversity: An introduction to higher-level classification and taxonomic richness. Zootaxa, 3148(1), 7–12. https://doi.org/10.11646/zootaxa.3148.1.3
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Melly Dwi Febriani, Dwi Lestari Aryani, Ridoi Warneck Siburian, Ester Br Aritonang, Jodion Siburian, Afreni Hamidah, Desfaur Natalia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










