Simetri Bilateral sebagai Kunci: Analisis Struktur dan Tata Letak Organ Pada Vermes

Authors

  • Melly Dwi Febriani Universitas Jambi
  • Dwi Lestari Aryani Universitas Jambi
  • Ridoi Warneck Siburian Universitas Jambi
  • Ester Br Aritonang Universitas Jambi
  • Jodion Siburian Universitas Jambi
  • Afreni Hamidah Universitas Jambi
  • Desfaur Natalia Universitas Jambi

Keywords:

Organ Tubuh, Simetri Bilateral, Vermes

Abstract

Vermes merupakan kelompok hewan avertebrata yang memiliki simetri bilateral dan sistem tubuh yang lebih terorganisasi dibandingkan hewan bersimetri radial. Simetri bilateral memungkinkan tubuh terbagi menjadi sisi kanan dan kiri melalui satu bidang pembelah sehingga mendukung arah gerak yang jelas serta perkembangan organ yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan simetri bilateral terhadap struktur tubuh dan tata letak organ pada vermes menggunakan metode studi literatur. Data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional, buku zoologi, serta artikel ilmiah yang membahas Platyhelminthes, Nematoda, dan Annelida. Hasil kajian menunjukkan bahwa simetri bilateral berperan penting dalam perkembangan sistem saraf, sistem pencernaan, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi pada vermes. Platyhelminthes memiliki struktur tubuh sederhana tanpa rongga tubuh, sedangkan Nematoda telah memiliki rongga tubuh semu yang mendukung aktivitas organ internal. Annelida menunjukkan sistem organ paling kompleks dengan segmentasi tubuh dan sistem peredaran darah tertutup. Simetri bilateral juga mendukung proses sefalasi dan koordinasi gerak sehingga organisme mampu merespons lingkungan dengan lebih baik. Dengan demikian, simetri bilateral menjadi dasar penting dalam perkembangan struktur tubuh dan evolusi sistem organ pada vermes

References

Aida, A. N. A., Koesdarto, S., Sabdoningrum, E. K., & Permatasari, D. A. (2023). Detection of parasitic helminth in gabus fish (Channa striata) natural catches at Baduk Fish Market Nganjuk Regency. Journal of Parasite Science, 7(1), 25–30. https://doi.org/10.20473/jops.v7i1.44287

Bustami, Y., Kurnia, & Supiandi, M. I. (2019). Diversity of annelids in the Kapuas and Melawi Rivers. Jurnal Biota, 5(2), 55–63. https://doi.org/10.19109/Biota.v5i2.3036

Laumer, C. E., Fernández, R., Lemer, S., Combosch, D., Kocot, K. M., Riesgo, A., Andrade, S. C. S., Sterrer, W., Sørensen, M. V., & Giribet, G. (2019). Revisiting metazoan phylogeny with genomic sampling of all phyla. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 286(1906), 20190831. https://doi.org/10.1098/rspb.2019.0831

Lumenta, C. (2017). Avertebrata air. Unsrat Press.

Mangkoat, H. J., & Kawatu, M. H. M. (2023). Aneka ternak dan satwa harapan (Cacing & Mollusca) (M. D. Rotinsulu, Ed.). CV. Patra Media Grafindo.

Palupi, E. S., Sari, I. G. A. A. R. P., & Wibowo, E. S. (2015). Tahapan perkembangan organ reproduksi seksual planaria dari perairan lereng Gunung Slamet, Baturraden, Banyumas. Sains & Matematika, 3(2), 39–44

Pamungkas, J. (2015). Species richness and macronutrient content of wawo worms (Polychaeta, Annelida) from Ambonese waters, Maluku, Indonesia. Biodiversity Data Journal, 3, e4251. https://doi.org/10.3897/BDJ.3.e4251

Tuaputty, H., Leiwakabessy, F., Alimudi, S., Pattiasina, E. B., & Kubangun, M. T. (2026). Ekologi hewan invertebrata dan praktikumnya (1st ed.). Madza Media.

Tuwitri, R., Irwanto, R., & Kurniawan, A. (2021). Identifikasi parasit pada ikan lele (Clarias sp.) di kolam budidaya ikan Kabupaten Bangka. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 11(2), 189–198. https://doi.org/10.24319/jtpk.11.189-198

Zhang, Z.-Q. (2011). Animal biodiversity: An introduction to higher-level classification and taxonomic richness. Zootaxa, 3148(1), 7–12. https://doi.org/10.11646/zootaxa.3148.1.3

Downloads

Published

2026-06-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Simetri Bilateral sebagai Kunci: Analisis Struktur dan Tata Letak Organ Pada Vermes. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 4480-4485. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7492