Pencarian Literatur dan Digital Library

Authors

  • Nur’ain Syafrina IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Ika Setiawati IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Aulia Sahara IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Keywords:

Pencarian Literatur, Digital Library

Abstract

Pencarian literatur (literature searching) adalah proses sistematis untuk menemukan, mengidentifikasi, menyeleksi, dan mengumpulkan berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan suatu topik penelitian, seperti artikel jurnal, buku, prosiding, tesis, maupun laporan penelitian. Digital Library atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protocol elektronik melalui jaringan komputer. Tujuan penelitian ini membahas pengertian, kelebihan, dan penggunaan Google Scholar, fungsi serta penggunaan Portal Garuda, peran dan risiko penggunaan Sci-Hub dalam akses literatur ilmiah, serta peran Perpustakaan Nasional dalam menyediakan akses informasi ilmiah digital bagi masyarakat. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research) untuk mengkaji topik pencarian literatur digital dan digital library. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti artikel jurnal nasional dan internasional, buku, dokumen resmi, serta platform digital seperti Google Scholar, Portal Garuda, dan publikasi terkait Sci-Hub, yang dipilih berdasarkan kredibilitas, relevansi, dan keterbaruan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan menelusuri, mengidentifikasi, mengelompokkan, dan mencatat informasi penting dari berbagai literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan membandingkan berbagai sumber untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber guna memastikan validitas dan konsistensi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Google Scholar memberikan kemudahan akses dan cakupan luas namun memerlukan seleksi sumber yang cermat. Kedua, Portal Garuda berperan penting dalam menyediakan publikasi ilmiah nasional meskipun masih memiliki kendala teknis. Ketiga, Sci-Hub menawarkan akses gratis terhadap artikel ilmiah namun memiliki implikasi hukum karena melanggar hak cipta. Keempat, Perpustakaan Nasional menjadi sumber resmi yang kredibel meskipun aksesnya terkadang terbatas. Kesimpulannya, keempat platform tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pencarian literatur digital, sehingga pengguna perlu bijak dalam memilih dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan akademik.

References

Amita, E. (2020). Pemanfaatan Situs Black Open Access (Sci-Hub) Di Kalangan Mahasiswa. Surabaya: Universitas Airlangga.

BBC Indonesia. (2022). Aksesibilitas Perpustakaan Nasional.

Biddle, S. (2021). The Intellectual Property Debate: Science, Technology, and Policy. Cambridge: MIT Press.

Green, J. (2019). Digital Piracy and the Academic World. New York: Routledge.

Himmelstein, D. S., dkk. (2019). Sci-Hub provides access to nearly all scholarly literature. Dalam J. Green, Digital Piracy and the Academic World. New York: Routledge.

IDSciPub. (2025). Perbandingan Portal Garuda vs Google Scholar dalam Sitasi. Idscipub.com. https://idscipub.com/id/portal-garuda-vs-google-scholar/

Instanklik. (2025). Apa Itu Google Scholar? Mengenal Manfaat dan Cara Menggunakannya. Instanklik.com. https://www.instanklik.com/2025/07/apa-itu-google-scholar-manfaat.html

Kemdikbud. (2022). Perpustakaan Nasional: Kelebihan dan Manfaat.

Kemdikbud. (2022). Portal Garuda: Fitur dan Cara Penggunaannya.

Kemdikbud. (2022). Portal Garuda: Kelebihan dan Manfaat.

Kerjoo. (2025). Google Scholar: Layanan Terbaik dari Google untuk Akademisi. Kerjoo.com. https://kerjoo.com/blog/google-scholar-layanan-terbaik-dari-google-untuk-akademisi/

Lukman, dkk. (2022). Panduan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Nasional. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

MagLearning. (2020). Sedikit Tentang Google Scholar dan Jurnal Predator. Maglearning.id. https://maglearning.id/2020/07/14/sedikit-tentang-google-scholar/

Mutia, S. (2023). Analisis Metadata pada Portal Garuda dan Google Scholar. Informatika Indonesia, 15(1), 20–35.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2022). Akses Online.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2022). Laporan Koleksi.

Portal Garuda. (2021). Laporan Jurnal.

Setiawan, B. (2020). Evaluasi Aksesibilitas Database Jurnal Elektronik di Indonesia. Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 41(2), 105–118.

Software Mahasiswa. (2025). Memanfaatkan Google Scholar untuk Riset Akademik. Softwaremahasiswa.com. https://softwaremahasiswa.com/2025/09/11/google-scholar-untuk-riset/

Suber, P. (2012). Open Access. Cambridge, MA: MIT Press.Sulistyo, R. (2021). Digital Library dan Tantangan Aksesibilitas Nasional. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tim Publikasi Ilmiah. (2024). Panduan Penggunaan Google Scholar. Google Indonesia.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. (2007).

Universitas Raharja. (2020). Pengertian dan Manfaat Google Scholar. Raharja.ac.id. https://raharja.ac.id/pengertian-dan-manfaat-google-scholar/

UPA Perpustakaan. (2021). Tutorial Akses Jurnal Portal Garuda.

Wikipedia. (2023). Portal Garuda Indonesian Publication Index.

Downloads

Published

2026-06-20

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pencarian Literatur dan Digital Library. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(06), 4543-4553. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7526