Penguatan Peran Puskesmas Air Tawar Melalui Edukasi dan Pendampingan dalam Meningkatkan Partisipasi Pasangan Usia Subur dengan Program KB
Keywords:
Puskesmas, edukasi kesehatan, pendampinganAbstract
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam mendorong partisipasi Pasangan Usia Subur (PUS) dalam program KB melalui edukasi dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Puskesmas Air Tawar dalam upaya penguatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan reproduksi, khususnya dalam meningkatkan partisipasi PUS terhadap program KB. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan kajian literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang komprehensif dan pendampingan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Air Tawar berkontribusi signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku PUS terhadap penggunaan kontrasepsi. Penguatan kapasitas kader, penyuluhan berbasis komunitas, dan konseling individual menjadi strategi utama yang perlu dioptimalkan. Diperlukan sinergi antara Puskesmas, BKKBN, kader kesehatan, dan masyarakat untuk menekan angka unmet need KB dan mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas
References
Batubara, R. A., Antira, S. A., Pasaribu, U., & Manurung, M. (2023). Edukasi program keluarga berencana dan penggunaan alat kontrasepsi pada PUS di Desa Simatorkis Sisoma Lingkungan 7. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA), 5(2), 30–35.
BKKBN. (2023). Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur dalam Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: BKKBN.
BKKBN. (2023). Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2023. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Dahniar. (2022). Faktor yang berhubungan dengan kejadian unmet need KB pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Bontomarannu. Jurnal Kebidanan Vokasional, 2(1), 55–60.
Fahrijaleey, A. I., Widodo, A. A., Khatami, M. N. R., Sari, R. A., Qothrunnadaa, E., Zafira, N. A., & Suparmi, S. (2025). Upaya mendorong keberhasilan program keluarga berencana melalui edukasi pentingnya penggunaan kontrasepsi bagi pasangan suami istri usia subur di RW 03 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kota Semarang. ARSY: Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat, 6(1), 244–252.
Fatchiya, A., Sulistyawati, A., Setiawan, B., & Damanik, R. (2021). Peran penyuluhan keluarga berencana dalam meningkatkan pengetahuan KB pada pasangan usia subur (PUS) kelompok masyarakat miskin.Jurnal Penyuluhan, 17(1), 60–71. https://doi.org/10.25015/17202134151 (doi.org in Bing)
IKU BKKBN. (2023). Capaian Indikator Kinerja Utama BKKBN Tahun 2023. Jakarta: BKKBN. Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana. Direktorat Jenderal
Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
Kominfo RI. (2023). Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN sasar 1,5 juta akseptor melalui kolaborasi pelayanan KB Nusantara. https://www.kominfo.go.id/content/detail/51842 (kominfo.go.id in Bin
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Novia Rahmadhani, Hanifah Tri Indah, Divany fayzara, Muhammad Rafi, Yulia Hanoselina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










