Penerapan Ornamen Batak Toba pada Media Suling Batak Toba

Authors

  • Boni Vaesal Turnip Universitas Negeri Medan
  • Misgiya Misgiya Universitas Negeri Medan

Keywords:

Ornamen Batak Toba, Gorga, Suling

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan ornamen Batak Toba pada media suling Batak Toba serta menghasilkan karya kriya yang memadukan nilai estetika, fungsi, dan budaya melalui penerapan motif-motif Gorga Batak Toba. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya upaya pelestarian budaya lokal melalui pengembangan ornamen tradisional pada media yang lebih variatif dan fungsional. Suling sebagai alat musik tradisional dipilih sebagai media penerapan karena memiliki nilai budaya serta bentuk yang sesuai untuk pengembangan ornamen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penciptaan karya (practice-based research) yang meliputi tahapan eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan evaluasi karya. Proses penciptaan diawali dengan pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi mengenai ornamen Batak Toba. Selanjutnya dilakukan pembuatan desain, pemindahan motif ke media suling, proses pembakaran menggunakan teknik pyrography, serta tahap finishing menggunakan clear semprot untuk melindungi dan memperindah hasil karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen Batak Toba dapat diterapkan dengan baik pada media suling tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai alat musik. Penerapan dilakukan dengan menggunakan berbagai motif gorga, seperti Gorga Boraspati, Gorga Simeol-meol, Gorga Ipon-ipon, Gorga Simata Ni Ari, Gorga Sitangan, Gorga Desa Na Walu, Gorga Adop-adop, dan motif lainnya yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip seni rupa, yaitu kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, dan harmoni. Teknik pyrography menghasilkan karakter visual yang menyatu dengan tekstur alami bambu serta memperkuat nilai estetika karya. Penelitian ini menghasilkan 18 desain karya penerapan ornamen Batak Toba pada media suling yang menunjukkan keberagaman bentuk visual dan makna simbolik. Setiap motif yang diterapkan mengandung nilai-nilai budaya Batak Toba, seperti perlindungan, kesejahteraan, keberanian, keharmonisan, dan keseimbangan hidup. Dengan demikian, penerapan ornamen Batak Toba pada media suling tidak hanya berfungsi sebagai penghias, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan pengembangan yang inovatif.

References

Atmojo, W. T. (2011). Cenderamata berbasis seni etnik Batak. Jurnal Panggung, 21(03), 329-339.

Atmojo, W. T. (2025). Penciptaan Batik Tulis Berbasis Ornamen Dan Rumah Adat Batak, Melayu dan Nias. Panggung, 35(1), 60-79. Barthes, R. (1977). Image—Music—Text. Hill and Wang.

Atmojo, Wahyu Tri, dkk. (2020). Batik Eksplorasi Kearifan Lokal: Sumatera Utara. Medan: CV Kencana Emas Sejahtera.

Atmojo, Wahyu Tri, dkk. (2024). Memodifikasi Desain Ornamen Nusantara dan Ornamen Sumatera Utara Dalam Bentuk Kriya Batik. Media Sains Indonesia.

Bastomi, S. (1992). Wawasan Seni. Semarang: IKIP Semarang Press.

Daulay, A. S., dkk (2025). Penciptaan batik prada berbasis ornamen Batak Toba dengan teknik batik tulis. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 4(1).

Fennell, C. (2007). Woodburning Project & Pattern Treasury. New York: Sterling Publishing.

Ginting, R., & Misgiya. (2024). Penciptaan batik motif tradisional Sumatera Utara sebagai elemen dekorasi interior. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 11(2).

Gustami, S. (2007). Butir-butir Mutiara Estetika Timur: Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasista.

Gustami, S.P. 2008. Nukilan Seni Ornamen Indonesia. Yogyakarta: Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.

Hasanuddin. (2015). Ornamen (Ragam Hias) Rumah Adat Batak Toba. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,Jakarta.

Hutagalung, S. 2012. Musik Tradisional Batak Toba: Fungsi dan Makna dalam Kehidupan Masyarakat. Medan: USU Press.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lauer, D. A., & Pentak, S. (2011). Design Basics (8th ed.). Cengage Learning.

Munro, T. (2008). Form and Style in the Arts. Cleveland Press.

Napitupulu, R., & Wiratma, I. G. L. (2024). Penciptaan souvenir kipas tangan ornamen Batak Toba dengan teknik batik tulis. Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 18(2).

Nasution, A. 2014. Musik Tradisional Batak Toba dan Transformasinya. Medan: Penerbit Mitra.

Necipoğlu, G., & Payne, A. (2016). Histories of Ornament: From Global to Local. Princeton University Press.

Ocvirk, Otto G., Robert E. Stinson, Philip R. Wigg, Robert O. Bone, & David L. Cayton. 2013. Art Fundamentals: Theory and Practice. New York: McGraw-Hill.

Pelly, U. 2013. Teori-teori Sosial Budaya. Jakarta: Kencana.

Peters, Sue Walters & Miller, Jan. 2011. Pyrography Workbook: A Complete Guide to the Art of Woodburning. Massachusetts: Fox Chapel Publishing.

Purba, Mauly. 2004. Musik Tradisional Masyarakat Batak Toba. Medan: Pusat Dokumentasi dan Kajian Budaya Batak.

Raffles, T. S. 2010. The Song of the Flute: Music and Ritual in Batak Culture. Singapore: Asian Studies Press.

Rustan, S. (2010). Mendesain Logo. Jakarta: Gramedia.

Sachari, Agus. 2002. Estetika Makna, Simbol dan Daya. Bandung: Penerbit ITB.

Saragih, D. A., Yulianto, Y., & Pakpahan, R. (2019). KAJIAN ORNAMEN GORGA DI RUMAH ADAT BATAK TOBA (Studi Kasus: Di Kawasan Desa Wisata Tomok, Huta Siallagan dan Huta Bolon Di Kabupaten Samosir). Alur, 2(1), 1-14.

Siahaan, M., & Wiratma, I. G. L. (2024). Penciptaan batik tulis dengan teknik smock berbasis ornamen Batak Toba. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 3(1).

Simanjuntak, T. (2006). Gorga Batak: Estetika dan Simbolisme. Medan: Balai Kajian Budaya Batak.

Sinulingga, J., Gultom, R., & Sitorus, A. (2025). Motif gorga Batak Toba: Kajian semiotika sosial. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1).

Sirait, B. (1977/1980). Gorga Batak Toba: Kajian Ornamen Rumah Adat. Medan: Balai Kajian Budaya Batak.

Sitanggang, H. 1991. Arsitektur Tradisional Daerah Sumatera Utara. Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sitorus, R., & Diningrat, I. G. N. (2024). Ornamen Batak Toba sebagai inspirasi dalam pengembangan desain skateboard dengan gaya monoline. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 10(3).

Soedarso, S. P. (2006). Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sana.

Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Bandung: ITB. Soedarso, S. (2006). Sejarah Perkembangan Seni Rupa. Yogyakarta: ISI Press. Nyoman, D. I. (2022). Bahan Ajar Ornamen Nusantara. Institut Seni Indonesia.

Sunaryo, Aryo. 2009. Ornamen Nusantara: Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dahara Prize.

Takari, Muhammad. 2008. Musik Tradisional Sumatera Utara. Medan: Studia Kultura.

Hasanuddin, dkk. (2015). Ornamen Rumah Adat Batak Toba. Medan: Universitas Negeri Medan Press.

Sutrisno, S. & Hendar Putranto. (2005). Filsafat Seni. Yogyakarta: Kanisius.

Tambunan, J. (2018). Seni Ornamen Batak Toba dalam Perspektif Estetika Lokal. Jurnal Seni & Budaya Nusantara, 5(2), 45–56.

Downloads

Published

2026-07-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

Penerapan Ornamen Batak Toba pada Media Suling Batak Toba. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(7), 5186-5201. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7776