Algoritma, Viralitas, dan Otoritas Tafsir: Transformasi Penyebaran Penafsiran Al-Qur'an di Media Sosial

Authors

  • Khoirul Anas Universitas Nurul Jadid Probolinggo
  • Ahmad Sahidah Universitas Nurul Jadid Probolinggo

Keywords:

algoritma, viralitas, otoritas tafsir

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi penyebaran penafsiran Al-Qur'an di media sosial dengan berfokus pada peran algoritma, viralitas, dan pergeseran otoritas mufasir. Media sosial telah mengubah pola distribusi tafsir yang semula bersifat hierarkis dan berjenjang menjadi pola yang lebih cair, cepat, dan ditentukan oleh mekanisme teknis maupun sosial platform digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi dan analisis media siber, dengan objek kajian berupa konten tafsir pada akun-akun populer di media sosial serta pola interaksi audiensnya. Data dianalisis melalui model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dilengkapi analisis isi dan kerangka teori otoritas Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial berfungsi sebagai penentu visibilitas tafsir berdasarkan potensi keterlibatan pengguna, sementara viralitas bekerja sebagai mekanisme sosial yang mempercepat penyebaran konten melalui muatan emosional dan format yang mudah dibagikan. Kombinasi kedua mekanisme ini mendorong pergeseran otoritas mufasir dari basis sanad keilmuan tradisional menuju basis popularitas digital, sekaligus memunculkan paradoks antara demokratisasi akses pengetahuan keagamaan dan fragmentasi wacana tafsir. Penelitian ini merumuskan sebuah model siklikal transformasi penyebaran tafsir yang mencakup tahap produksi, kurasi algoritmik, distribusi viral, resepsi audiens, dan umpan balik sistem, yang menegaskan perlunya penguatan literasi keagamaan digital di tengah dinamika ruang digital kontemporer.

References

Abdilah, M. (2025). Agama dalam cengkraman algoritma: Polarisasi otoritas dan wacana keagamaan di media sosial Indonesia. Jurnal Cakrawala Akademika, 2(4), 168–175. https://doi.org/10.70182/jca.v2i4.1350

Berger, J. (2013). Contagious: Why things catch on. Simon & Schuster.

Berger, J., & Milkman, K. L. (2012). What makes online content viral? Journal of Marketing Research, 49(2), 192–205. https://doi.org/10.1509/jmr.10.0353

Campbell, H. A. (2020). Digital creatives and the rethinking of religious authority. Routledge.

Eriyanto. (2021). Metode netnografi: Pendekatan kualitatif dalam memahami budaya pengguna media sosial. Prenada Media.

Fathullah, F., & Rif'ah, R. (2026). Transformasi pemahaman agama di era dakwah digital: Analisis konten keagamaan singkat di media sosial. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 2(3), 2785–2794. https://doi.org/10.63822/x1erxq89

Fauziah, W. (2021). Qs. Al-Kafirun dalam tafsir akun Hijab Alila [Skripsi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang].

Hjarvard, S. (2016). Mediatization and the changing authority of religion. Media, Culture & Society, 38(1), 8–17. https://doi.org/10.1177/0163443715615412

Kozinets, R. V. (2015). Netnography: Redefined (2nd ed.). Sage Publications.

Mubarok, M., & Romdhoni, A. (2021). Digitalisasi Al-Qur'an dan tafsir sosial media di Indonesia. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 1(1).

Mujadid, S. A. (2026). Fenomena "ustadz instan" di TikTok: Analisis kredibilitas dan dampaknya terhadap literasi keagamaan generasi muda. Qaulan Baligha: Jurnal Ilmu Manajemen Dakwah, 3(1), 135–149. https://doi.org/10.30631/qb.v3i1.5943

Mursalin, A. G. (2024). Kajian metode tafsir di media sosial pada akun Instagram @Quranreview. Jurnal Tafsere, 11(2), 34–55. https://doi.org/10.24252/jt.v11i2.42124

Musyaffa', D. A. (2023). Eksistensi tafsir konvensional dalam ruang media sosial: Studi atas penafsiran M. Ismail Ascholy pada akun Instagram @ismailascholy [Skripsi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang].

Mutmaynaturihza. (2019). Dialektika tafsir media sosial di Indonesia: Studi penafsiran Nadirsyah Hosen di media sosial. Messenger, 3(1).

Nasrullah, R. (2018). Etnografi virtual: Riset komunikasi, budaya, dan sosioteknologi di internet. Simbiosa Rekatama Media.

Nurdin, R. (2023). Tafsir Al-Qur'an di media sosial (karakteristik penafsiran pada akun media sosial @Quranreview). Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 22(2), 143–156. https://doi.org/10.18592/jiiu.v22i2.11008

Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the internet is hiding from you. Penguin Press.

Pertiwi, A. R., Nisa, I., & Suryandari, M. (2026). Algoritma TikTok sebagai mesin polarisasi agama: Studi netnografi pada komunitas dakwah digital di Indonesia. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(2), 286–299. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i02.13279

Purnama, R. F. (2020). The aesthetic reception of the Quran on Instagram: Variations, factors, and religious commodification. Ulul Albab: Jurnal Studi Islam, 21(2), 237–268. https://doi.org/10.18860/ua.v21i2.9528

Rahmayani, T. (2018). Pergeseran otoritas agama dalam pembelajaran Al-Qur'an. Maghza: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 3(2), 189–201. https://doi.org/10.24090/maghza.v3i2.2133

Riendani, C. R., Simatupang, I. R. A., Abhinaya, A., & Abdillah, A. R. (2025). Pengaruh algoritma media sosial terhadap selektivitas konsumsi berita politik pada Generasi Z di Indonesia. Jurnal Pustaka Cendikia Hukum dan Ilmu Sosial, 2(3).

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Rumadi, R. (2012). Islam dan otoritas keagamaan. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 25–54. https://doi.org/10.21580/ws.20.1.183

Saputra, E., & Fadhli, F. (2020). Media baru, fragmentasi, dan kontestasi otoritas keagamaan di Aceh: Dari ulama lokal ke ustaz. Jurnal Lektur Keagamaan, 18(2). https://doi.org/10.31291/jlk.v18i2

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sunarwoto. (2020). Cyber Islamic environment: Konfigurasi dan otoritas keagamaan di ruang digital. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 221–240. https://doi.org/10.15642/jki.2020

Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380), 1146–1151. https://doi.org/10.1126/science.aap9559

Weber, M. (1947). The theory of social and economic organization. The Free Press.

Wildan, W. (2025). Dari manuskrip ke digital: Transformasi studi tafsir di era digital (studi analisis website Altafsir.com). El-Wasathy: Journal of Islamic Studies, 3(1).

Wulandari, R. D., Utami, C. M., Artika, V., Puspitasari, S., Miranda, D. M., Jasmine, K., Dwi Yuliza, S., Fransiska, S., Taufiqul Hakim, M. A., Aditya, G., Aldebaran, M. R., Nurrohman, A., Mukminin, H., & Alfatih, M. N. (2026). Dakwah dan akhlak digital: Analisis pengaruh algoritma media sosial terhadap perilaku keagamaan. Retorika: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 8(1), 124–129. https://doi.org/10.47435/retorika.v8i1.4548

Downloads

Published

2026-07-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

Algoritma, Viralitas, dan Otoritas Tafsir: Transformasi Penyebaran Penafsiran Al-Qur’an di Media Sosial. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(7), 5424-5435. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/7891