Hubungan Intensitas dan Durasi Penggunaan Gudget Sejak Dini Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 0-6 Tahun di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Langsa
Keywords:
Intensitas Penggunaan Gudget, Durasi Penggunaan Gudget, Perkembangan Bahasa AnakAbstract
Anak usia dini (0–6 tahun) berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Secara global, sekitar 5–10% anak mengalami keterlambatan bicara dan bahasa. Kemajuan teknologi dan informasi yang pesat telah membawa pengaruh besar terhadap kehidupan manusia, Penggunaan gadget yang awalnya bertujuan sebagai sarana edukasi dan hiburan justru dapat menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini di lakukan untuk Mengetahui hubungan intensitas dan durasi penggunaan gudget sejak dini terhadap perkembangan bahasa anak usia 0-6 tahun di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 0-6 tahun yang berkunjung ke Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Langsa pada periode penelitian, jumlah sampel sebanyak 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas penggunaan gadget pada anak 1-6 tahun sebagian besar dalam kategori sedang sebanyak 14 anak (46,7%) dan sebagian kecil menggunakan gadget dengan intensitas rendah sebanyak 5 anak (16,6%). Durasi penggunaan gadget pada anak 1-6 tahun sebagian besar dalam kategori sedang sebanyak 19 anak (63,3%) dan sebagian kecil menggunakan gadget dengan durasi rendah sebanyak 1 anak (3,4%). Sebagian besar perkembangan bahasa anak usia 0-6 tahun dalam kategori caution sebanyak 21 responden (70%). Tidak ada hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak 0-6 tahun dengan p-Value 0,242 (p>0,05). Ada hubungan durasi penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak 0-6 tahun dengan p-Value 0,007 (p<0,05). Diharapkan penelitian ini bisa dijadikan sebagai acuan dalam memberikan edukasi dengan mengadakan konseling pra natal pra-natal dan pasca-natal mengenai faktor risiko perkembangan bahasa sejak dini, termasuk pola penggunaan gadget pada anak usia dini.
References
Abida, N., Amalia, R., & Putri, S. (2022). Pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 45–52.
Alpiah, Rahmawati dan Apriana. (2024). hubungan intensitas gadget terhadap kualitas tidur anak prasekolah di PAUD. Journal Of Nursing and Medwifery Sciences (JNMS). 2 (1).
Alwi C, A dan Hasbiah, N. (2025). hubungan antara durasi penggunaan gadget terhadap kemampuan motorik kasar dan perkembangan bahasa pada anak umur 3-5 tahun. Indonesian Journal of Physiotherapy. 5 (2), Hal : 52-67.
Aulia, R, Lestari, P dan Suryawan, A. (2023). Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai Sejak Dini dengan Risiko Keterlambatan Perkembangan Bicara dan Bahasa pada Anak Usia 4-5 Tahun. Sari Pediatri. 24 (5), Hal : 320-326.
Bali, E, Panmaley, O dan Ndeot, F. (2022). Intensitas Penggunaan Smartphone Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Prodi Pendidikan Masyarakat/Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Non Formal. 2 (1), 43-53.
Eritriana dan Pariyem (2022). Hubungan Antara Penggunaan Gadget Dengan Pola Tidur Anak Usia Sekolah (10-12 Tahun) Di SDN Bintoyo, Kecamatan Padas. Jurnal Cakra Medika. 9 (2).
Indrawangsa (2024), Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Bahasa Pasien Anak Di RSUD Wangaya. Intisari Sains Medis. 15 (1), 344–348.
Jafri dan Defega (2022). Mengenai Gadget Dengan Perkembangan Sosial Dan Bahasa Anak Usia 3 – 6 Tahun. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis. 3 (1), 76.
Fitri, D, E, Sagita, M, D, Wahyuni, F dan Zulfiana, D. (2022). hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan anak usia prasekolah. Jurnal Pustaka Keperawatan. 1 (2), Hal : 67-72.
Kadek dan Lie. (2021). Bermain Aplikasi Gadget Berhubungan dengan Keterlambatan Perkembangan Bicara dan Bahasa pada Balita. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, Vol. 4 (No. 4): 157-163.
Lina, R., & Suryana, D. (2018). Gangguan bahasa pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 15–25.
Manfaatin, E dan Aulia, M. (2024). Pengaruh Screen Time terhadap Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. 1 (1).
Nurrisa, T, M dan Rakhmawati, N, I, S, R. (2023). Pengaruh Penggunaan Gadget terhadao Kemampuan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun. Jambura Early Childood Eduvation Journal. 5 (1).
Putriana, D., Pratiwi, L., & Wasliah. (2019). Penggunaan gadget dan perkembangan personal sosial anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 22–30.
Radesky, J. S., et al. (2021). Excessive gadget use and communication delay. Pediatrics International, 12(2), 66–73.
Rahayu dan Sari (2023). Faktor Risiko Speech Delay Pada Anak Usia Dini Di Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 8 (2).
Ranti, A, P dan Mahyuddin, N. (2022). Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Bahasa (Menyimak Dan Berbicara) Anak Usia 5–6 Tahun Di Raudhatul Athfal. Journal Of Childhood Education. 6 (2), Hal : 516-535.
Syafrina, R dan Lave, T. (2022). Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-6 Tahun. Jurnal Pendas Mahakam. VII (2), 95-100.
Varadarajan, V., et al. (2021). Gadget use and speech delay among toddlers in India. International Journal of Pediatric Studies, 4(2), 101–108.
Wahyuningsih, Rokhmah dan Imallah. (2024). Hubungan Perilaku Penggunaan Gadget Dengan Kualitas Tidur PadaAnak Usia Remaja Di SMP Negeri 2 Srandakan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Page : 1827-1836.
World Health Organization. (2023). Screen time recommendations for infants and young children.
Zamzani, O, S, N, Zelfia dan Ahdan. (2022). Hubungan Intensitas Penggunaan Media Gadget Dengan Speech Delay Pada Anak Balita Di Kelurahan Pannampu Kota Makassar. Universitas Muslim Indonesia, Hal : 26-46.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mahdatul Liza, Afrida Ristia, Ina Rahawa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










