Asuhan Keperawatan Hipertensi Pada Lansia Ny. R dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Perifer Tidak Efektif dalam Penerapan Senam Hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi Tahun 2026

Authors

  • Dika Febrianti Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Keywords:

hipertensi, lansia, senam hipertensi

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada lanjut usia dan dapat meningkatkan resiko gangguan perfusi serta kerusakan organ target. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah latihan fisik berupa senam hipertensi. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada Ny. R dengan hipertensi  dan masalah keperawatan resiko perfusi perifer tidak efektif melalui edukasi dan latihan fisik senam hipertesnsi di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawataan melalui pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, dan dokumentasi. Pada pengkajian awal Ny. R telah menderita hipertensi selama lima tahun, jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, menggunakan penyedap saat memasak, dan kadang mengalami kesemutan pada area kaki. Tekanan darah awal tercatat 165/90 mmHg, sedangkan pada hari pertama pelaksanaan implementasi tekanan darah 163/90 mmHg. Intervensi utama berupa edukasi latihan fisik dan senam hipertensi dilakukan selama tiga hari. Hasil evaluasi menunjukkan tekanan darah menurun dari 163/90 mmHg menjadi 153/87 mmHg. Pasien juga mampu melakukan gerakan senam dengan benar dan menyatakan akan melanjutkan latihan secara rutin. Pada masalah manajemen kesehatan tidak efektif, pasien mulai mengurangi mengonsumsi gorengan, santan berlebihan, dan penggunaan penyedap pada saat memasak. Kesimpulan: penerapan edukasi dan senam hipertensi pada Ny. R menunjukkan hasil positif berupa penurunan tekanan darah dan peningkatan kemampuan serta motivasi pasien dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Hasil studi kasus ini mendukung penggunan senam hipertensi sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi pada lansia.

References

Aditya, A., & Mustofa, M. (2023). Hipertensi sebagai penyakit kronis dan faktor risiko komplikasi kardiovaskular.

Andriani. (2022). Klasifikasi lanjut usia menurut World Health Organization (WHO).

Aprillia. (2020). Tanda dan gejala hipertensi pada lanjut usia.

Dareda, D., & Iman, I. (2022). Hipertensi pada lansia dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Depkes RI. (2019). Pedoman Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Eltrikanawati, E., & Gultom, R. (2024). Komplikasi hipertensi sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskular.

Epriliyani, A., & Kusmiran, E. (2024). Efektivitas pelaksanaan senam hipertensi untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Cihideung Tahun 2024. BESIRU: Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Kemenkes RI. (2019). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hipertensi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2020). Hipertensi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2024). Pedoman Pengendalian Hipertensi di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kholifah, S. N. (2016). Keperawatan Gerontik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khomsah, N., & Milindasari, D. (2023). Manfaat senam hipertensi terhadap kesehatan fisik dan mental lansia.

Lukitaningtyas, D., & Cahyono, E. A. (2023). Pemeriksaan penunjang pada pasien hipertensi.

Mujiadi, & Rachmah. (2022). Konsep dasar lansia dan proses penuaan.

Musakkar, & Djafar. (2020). Faktor-faktor penyebab hipertensi pada masyarakat.

Nilawati, dkk. (2023). Komplikasi hipertensi terhadap organ target.

Oktaviani, G. A., Purwono, J., & Ludiana. (2022). Penerapan senam hipertensi terhadap tekanan darah pasien dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Purwosari Kecamatan Metro Utara Tahun 2021. Jurnal Cendikia Muda, FIKES Dharma Wacana.

Purnamasari, P., & Meutia, M. (2023). Tanda dan gejala hipertensi sebagai silent killer.

Samudra Prihatin Hendra Basuki, dkk. (2021). Pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.

Siti, S., & Ernik, E. (2021). Aktivitas fisik sebagai upaya pengendalian hipertensi.

Supriyanto, S., & Damayanti, D. (2020). Penatalaksanaan farmakologis dan nonfarmakologis hipertensi.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.

Widiyono, W., dkk. (2022). Manfaat dan tujuan senam hipertensi pada lanjut usia.

World Health Organization. (2023). Hypertension Fact Sheet. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-09-02

How to Cite

Asuhan Keperawatan Hipertensi Pada Lansia Ny. R dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Perifer Tidak Efektif dalam Penerapan Senam Hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi Tahun 2026. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(9), 5747-5753. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/8122