Rumah Adat Melayu sebagai Inspirasi dalam Penciptaan Karya Seni Batik Tulis

Authors

  • Cut Melisa Universitas Negeri Medan
  • Misgiya Misgiya Universitas Negeri Medan
  • Wahyu Tri Atmojo Universitas Negeri Medan
  • Muslim Muslim Universitas Negeri Medan
  • Azmi Azmi Universitas Negeri Medan
  • Raden Burhan Surya Nata Diningrat Universitas Negeri Medan

Keywords:

Rumah Adat Melayu, batik tulis, penciptaan karya

Abstract

Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil penciptaan karya seni batik tulis yang terinspirasi dari Rumah Adat Melayu. Rumah Adat Melayu dipilih sebagai sumber inspirasi karena memiliki nilai budaya, filosofi, serta ragam hias yang khas sehingga dapat dikembangkan menjadi motif batik sebagai upaya pelestarian budaya Melayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penciptaan seni yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, pengembangan konsep, dan perwujudan karya. Tahap eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan data, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka mengenai bentuk arsitektur serta ornamen Rumah Adat Melayu. Selanjutnya dilakukan proses perancangan motif, pemindahan pola ke kain mori, pencantingan menggunakan malam, pewarnaan dengan teknik colet menggunakan pewarna Remasol, fiksasi menggunakan natrium silikat, pelorotan, hingga tahap penyelesaian karya. Hasil penelitian ini berupa 12 karya batik tulis yang menampilkan visual Rumah Adat Melayu sebagai objek utama yang dipadukan dengan ragam hias khas Melayu, seperti motif pucuk bersusun, lebah bergantung, dan ornamen Melayu lainnya. Seluruh karya dibuat secara manual menggunakan teknik batik tulis sehingga menghasilkan karakter visual yang khas dengan komposisi motif yang harmonis serta warna yang tajam. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pelestarian budaya Melayu melalui media seni batik sekaligus menambah referensi dalam pengembangan karya seni batik berbasis budaya lokal.

References

Al Mudra, M. (2004). Rumah Melayu: Memangku adat menjemput zaman. Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.

Amalia, F. (2017). Rumah Melayu dan Seyna. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Ardini, N. W., Setem, W., Ruastiti, N. M., Rai, I. W. S., Suardina, I. N., Sudarta, I. G. P., & Sudirana, I. W. (2022). Ragam metode penciptaan seni. Eureka Media Aksara.

Atmojo, W. T., Misgiya, M., & Wiratma, S. (2020). Batik: Eksplorasi kearifan lokal: Ornamen Sumatera Utara. CV Kencana Emas Sejahtera.

Azmi, A. (2016). Rumah Melayu ‘Cindai’ model rumah panggung bercirikan seniukir ornamen Melayu Deli. Bahas, 27(4), 328–338. https://doi.org/10.24114/bhs.v27i4.5704

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Bubung. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/bubung

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Motif. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/motif

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Penciptaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/penciptaan

Dhani, S. R., Wiratma, S., & Misgiya, M. (2020). Tinjauan hasil kerajinan batik cap di Batik Sumut Medan Tembung berdasarkan warna, motif dan harmonisasi. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 88–96. https://doi.org/10.24114/gr.v9i1.18004

Faisal, F. A. (2017). Mengenal rancang bangun rumah adat di Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Faisal, G. (2019). Arsitektur Melayu: Identifikasi rumah Melayu Lontiak Suku Majo Kampar. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 6(1), 1–12. https://doi.org/10.26418/lantang.v6i1.31007

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Perjalanan batik menjadi warisan budaya dunia.

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/10/perjalanan-batik-menjadi-warisan-budaya-dunia

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Kemendikbudristek tetapkan 289 Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2021. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/12/kemendikbudristek-tetapkan-289-warisan-budaya-takbenda-indonesia-tahun-2021

Rahmadani, R., & Wiratma, S. (2024). Penciptaan sajadah batik tulis menggunakan ragam hias Melayu. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 3(8), 36–44. https://doi.org/10.9644/sindoro.v3i8.2494

Ramadhan, I. (2013). Cerita batik. Literati.

Ramadissa, B. M., Saladin, A., & Rahma, N. (2017). Elemen arsitektural atap pada rumah tradisional Melayu Riau. Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan, 45–49.

Surahman, E., Satrio, A., & Sofyan, H. (2020). Kajian teori dalam penelitian. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 3(1), 49–58. https://doi.org/10.17977/um038v3i12019p049

Takari, M., Zaidan, A., & Dja’far, F. M. (2012). Sejarah Kesultanan Melayu Deli dan peradaban masyarakatnya. USU Press.

Tyas, A. K., Ursia, A. A., & Usdinoari, C. O. P. (2022). Kajian etnomatematika pada struktur bangunan rumah adat Riau Selaso Jatuh Kembar. PRISMA: Prosiding Seminar Nasional Matematika, 5, 397–405.

Yasmin, P., & Ivanna, J. (2023). Analisis minat generasi Z dalam menggunakan batik sebagai tren Fashion. SUBLIM: Jurnal Pendidikan, 2(1), 63–72.

Zaini, M. (2017). Mengenal rumah Melayu Riau. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Zulkifli, Z., Kartono, G., Misgiya, M., & Kifli, B. (2024). Malay identity in the exploration of miniature creation as souvenirs: Contextual miniature of Malay architecture of North Sumatra, Indonesia. Creativity Studies, 17(2), 447–461. https://doi.org/10.3846/cs.2024.17473

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Rumah Adat Melayu sebagai Inspirasi dalam Penciptaan Karya Seni Batik Tulis. (2026). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(9), 5803-5819. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/8142