Kesenjangan Ketersediaan dan Kinerja Fungsional Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum pada Perumahan Formal: Studi Kasus BTN Margahayu Kecamatan Kambu, Kota Kendari
Keywords:
drainase permukiman, efektivitas PSU, perumahan formalAbstract
Perkembangan perumahan formal di kawasan pertumbuhan baru menuntut penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang tidak hanya tersedia secara administratif, tetapi juga berfungsi secara ekologis dan operasional. Artikel ini menganalisis ketersediaan dan kinerja fungsional PSU pada Perumahan BTN Margahayu 1 dan BTN Margahayu 2 di Kecamatan Kambu, Kota Kendari, serta mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangan antara dokumen rencana tapak dan kondisi lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain sequential explanatory melalui observasi fisik, ground checking, analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis, verifikasi dokumen site plan, dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan drainase sepanjang 2.660 m telah tersedia, tetapi seluruh segmennya berada dalam status bermasalah: 2.210 m (83,08%) berfungsi sebagian akibat sedimentasi dan sampah, sedangkan 450 m (16,92%) mengalami malfungsi akibat vegetasi liar, endapan tanah, dan segmen buntu. RTH eksisting seluas 4.238 m² atau 10,14% dari luas kawasan masih memenuhi ambang minimum operasional, tetapi telah menyusut 1.287,42 m² dari rencana awal. Sarana persampahan belum memenuhi standar pada aspek pewadahan individual dan TPS internal, meskipun pengangkutan swadaya tiga kali seminggu telah berjalan. Sistem proteksi kebakaran paling rentan karena tidak tersedia hidran internal dan beberapa rute layanan melampaui standar waktu tanggap. Diskrepansi utama dipicu oleh ketidaklengkapan alokasi PSU sejak perencanaan awal, pemeliharaan yang tidak berkelanjutan, dan belum jelasnya tata kelola aset. Artikel ini menegaskan pentingnya audit pasca-huni, percepatan serah terima PSU, normalisasi drainase, restorasi RTH, serta penguatan kelembagaan komunitas sebagai prasyarat permukiman yang tangguh secara lingkungan.
References
Arnold, C. L., & Gibbons, C. J. (1996). Impervious surface coverage: The emergence of a key environmental indicator. Journal of the American Planning Association, 62(2), 243-258.
Badan Pusat Statistik Kota Kendari. (2025). Kecamatan Kambu dalam Angka 2025. Kendari: BPS Kota Kendari.
Badan Standardisasi Nasional. (2004). SNI 03-1733-2004: Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan. Jakarta: BSN.
Benedict, M. A., & McMahon, E. T. (2012). Green infrastructure: Linking landscapes and communities. Washington, DC: Island Press.
Bolund, P., & Hunhammar, S. (1999). Ecosystem services in urban areas. Ecological Economics, 29(2), 293-301.
Brueckner, J. K. (2000). Urban sprawl: Diagnosis and remedies. International Regional Science Review, 23(2), 160-171.
Butler, D., & Davies, J. W. (2011). Urban drainage (3rd ed.). London: Spon Press.
Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied hydrology. New York: McGraw-Hill.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Davis, A. P., Hunt, W. F., Traver, R. G., & Clar, M. (2009). Bioretention technology: Overview of current practice and future needs. Journal of Environmental Engineering, 135(3), 109-117.
Dietz, M. E. (2007). Low impact development practices: A review of current research and recommendations for future directions. Water, Air, and Soil Pollution, 186, 351-363.
Doxiadis, C. A. (1968). Ekistics: An introduction to the science of human settlements. London: Hutchinson.
Ivankova, N. V., Creswell, J. W., & Stick, S. L. (2006). Using mixed-methods sequential explanatory design: From theory to practice. Field Methods, 18(1), 3-20.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2022). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau. Jakarta: ATR/BPN.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah. Jakarta: Kemendagri.
Kementerian Pekerjaan Umum. (2009). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan. Jakarta: Kementerian PU.
Kementerian Pekerjaan Umum. (2014). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. Jakarta: Kementerian PU.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Millennium Ecosystem Assessment. (2005). Ecosystems and human well-being: Synthesis. Washington, DC: Island Press.
Pemerintah Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pemerintah Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pemerintah Kota Kendari. (2012). Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari Tahun 2010-2030. Kendari: Pemerintah Kota Kendari.
Schueler, T. R. (1994). The importance of imperviousness. Watershed Protection Techniques, 1(3), 100-111.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suripin. (2004). Sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan. Yogyakarta: Andi.
Tchobanoglous, G., Theisen, H., & Vigil, S. A. (1993). Integrated solid waste management: Engineering principles and management issues. New York: McGraw-Hill.
Tzoulas, K., Korpela, K., Venn, S., Yli-Pelkonen, V., Kazmierczak, A., Niemela, J., & James, P. (2007). Promoting ecosystem and human health in urban areas using green infrastructure: A literature review. Landscape and Urban Planning, 81(3), 167-178.
UN-Habitat. (2020). World cities report 2020: The value of sustainable urbanization. Nairobi: United Nations Human Settlements Programme.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Taufik Taufik, Alfian Ishak, Muh Nizar Mufti Destrinur M

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










