Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2025

Authors

  • Meisya Nabila Universitas Mohammad Natsir, Bukittinggi
  • Silvia Intan Suri Universitas Mohammad Natsir, Bukittinggi
  • Siska Damaiyanti Universitas Mohammad Natsir, Bukittinggi

Keywords:

Gastritis, Stres, Puskesmas Tigo Baleh

Abstract

Gastritis merupakan salah satu penyakit pada sistem pencernaan dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering berhubungan dengan faktor stres. Stres yang berkepanjangan dapat memicu peningkatan sekresi asam lambung dan menurunkan aliran darah ke mukosa lambung, sehingga menyebabkan peradangan yang dikenal sebagai gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien gastritis yang berobat di Puskesmas Tigo Baleh sebanyak 104 orang, dengan sampel ditentukan menggunakan teknik purposional sampling sehingga sampel menjadi 83 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, mencakup variabel tingkat stres dan kejadian gastritis. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori stres sedang–tinggi, dan sebagian besar responden yang mengalami gastritis memiliki tingkat stres lebih tinggi dibandingkan dengan responden tanpa gastritis. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kejadian gastritis (p 0,001< 0,05) yaitu hubungan nya sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa stres merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi manajemen stres serta pola hidup sehat guna menekan angka kejadian gastritis di masyarakat.

References

Adelman, R. D., Tmanova, L. L., Delgado, D. M., Dion, S. B., & Lachs M. R, M. M. (2014). Caregiver Burden A Clinical Review. American Medical Association, 1052-1059.

Alfinna et al. (2020). Faktor Risiko Kejadian Autism Spectrum Disorder Pada anak Di Kota Semarang Tahun 2018. Universitas Negeri Semarang.

Novian, F. D. (2020). Family Burden Connected With Family Ability To Treat Hallucinatory Patient. Jurnal Keperawatan Jiwa, 97-102

Pardede, J. (2020). Beban keluarga terkait koping saat merawat pasien halusinasi. Jurnal Ilmu Keperawatan.

Pradita, V. G. (2021, April 13). Identifikasi ragam terapi bermain pada anak autisme. Studi literatur, 15-38.

Purnamasari, A., Wahyuni, S., & Purnama, P. A. (2020). Hubungan Pola Asuh Orang Tua terhadap Perilaku Anak Autis di Pusat Pelayanan Autis Kendari. Nursing Inside Community, 3(1).

Saniya. (2020). PENGARUH PEMBERIAN TERAPI TERTAWA TERHADAP TINGKAT STRES PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTIS DI KOTA PEKANBARU. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 3(2), 36

Sari, R. N., Muharni, S., & Murniasih, E. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stres Pada Orang Tua Yang Memiliki Anak Autis Di Klinik Tumbuh Kembang Anak Di Rs. Awal Bros Pekanbaru. IMJ (Initium Medica Journal), 2(1)

Wahidayanti, S. (2020). Regulasi Emosi Orang Tua yang Mempunyai Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar. jurnal psikologi MANDALA, 5(2), 57-70

Wibowo, B. S., & Naufal, A. F. (2022). POLA ASUH PADA ANAK AUTISM. JIRK Journal of Innovation Research and Knowledge, 2(7).

Yolanda, Y., Abdullah, K., & Erwina, I. (2024). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BEBAN KELUARGA YANG MERAWAT ANAK AUTIS DI KOTA PADANG. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 11(1), 61–73. https://jurnal.syedzasaintika

Yolanda, Y., Yazia, V., & Suryani, U. (2020). BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANAK AUTIS. CV. Pena Persada

Downloads

Published

2026-09-19

How to Cite

Meisya Nabila, Silvia Intan Suri, & Siska Damaiyanti. (2026). Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2025. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(9), 5958-5964. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/8206