Ornamen Batak Toba Sebagai Dasar Penciptaan Lampu Hias Duduk

Authors

  • Maria Natalia Pasaribu Universitas Negeri Medan
  • Misgiya Misgiya Universitas Negeri Medan

Keywords:

Ornamen Batak Toba, Lampu Hias Duduk, Penciptaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya lampu hias duduk yang berbasis Ornamen Batak Toba, serta mengangkat nilai-nilai budaya Batak Toba ke dalam karya seni terapan yang fungsional dan estetis. Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melestarikan ragam hias Batak Toba yang kaya akan makna filosofis dan keindahan bentuk, serta mengaplikasikannya ke dalam bentuk karya yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Objek dalam penelitian ini adalah Ornamen Batak Toba yang terdiri dari tujuh motif utama, yaitu Sitompi, Dalihan Na Tolu, Simeol-meol, Iran-iran, Simataniari, Gajah Dompak, dan Ipon-ipon. Penelitian ini menggunakan pendekatan penciptaan karya seni dengan metode deskriptif kualitatif, yang meliputi tahap persiapan, eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya. Proses penciptaan dimulai dengan pemilihan motif ornamen, pembuatan sketsa desain, pemilihan bahan utama berupa kayu jati Belanda (pinus) dan triplek, hingga proses pembuatan, penghalusan, pewarnaan dengan cat akrilik warna hitam, merah, dan putih, serta pelapisan clear spray bening agar karya tahan lama dan tampak mengkilap. Hasil penelitian ini berupa dua belas karya lampu hias duduk yang masing-masing memiliki nama dan makna yang berbeda sesuai dengan ornamen yang digunakan, yaitu Sinar Ni Jabu, Marsihaholongan, Bonang Pasaribu Ipon, Simeol-meol, Simataniari, Sitompi, Dalihan Na Tolu, Sondang, Iran-iran, Gajah Dompak, Sondang Ni Jabu, dan Sinar Ni Ngolu. Setiap karya memiliki ukuran, bentuk, dan penempatan ornamen yang disesuaikan dengan karakteristik motif serta makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Diharapkan hasil penciptaan ini dapat menjadi alternatif karya seni terapan yang memperkaya wawasan seni rupa sekaligus berperan dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Batak Toba kepada masyarakat luas.

References

Asmara, A., & Meilani, R. (2020). Penerapan motif tradisional pada media keramik dalam penciptaan lampu hias. Corak: Jurnal Seni Kriya, 9(1).

Atmojo, W. T. (2011). Cenderamata berbasis seni etnik Batak. Jurnal Panggung, 21(3).

Atmojo, W. T., dkk. (2020). Batik eksplorasi kearifan lokal: Ornamen Sumatra Utara. Medan: CV Kencana Emas Sejahtera.

Baginda Sirait. (1980). Laporan penelitian pengumpulan dan dokumentasi ornamen tradisional di Sumatera Utara. Medan: IKIP.

Felix, J. (2012). Pengertian seni sebagai pengantar kuliah sejarah seni rupa. Jakarta Barat: BINUS University, 3(2).

Gani, M. K. (1993). Teknik mendesain perabot yang benar. Yogyakarta: Kanisius.

Gustami, S. P. (2000). Seni kriya Indonesia: Akar budaya dan nilai estetika. Yogyakarta: Kanisius.

Harmono. (2020). Manajemen keuangan: Berbasis balanced scorecard (Cet. 6). Jakarta: Bumi Aksara.

Hermita, R., & Sianturi, N. E. (2020). Penerapan ornamen motif gorga pada hiasan dinding. Proporsi: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 6(1).

Irfan, I., dkk. (2025). Seni kriya. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Kartika, D. S. (2017). Seni rupa modern (Edisi revisi). Bandung: Rekayasa.

Mesra, dkk. (2023). Penciptaan lampu hias berbasis seni etnik Batak. Jurnal Panggung, 33(4).

Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nagle, T. T., & Muller, G. (2018). The strategy and tactics of pricing: A guide to growing more profitably (6th ed.). Routledge.

Pambayun, A., dkk. (2026). Kesadaran kriya: Presentasi proyek seni kriya Lorong 2026: Riset, pameran, buku, diskusi, dan workshop kriya. Yogyakarta: Rasikei & Galeri Lorong.

Raharjo, T. (2011). Seni kriya & kerajinan. Yogyakarta: ISI Yogyakarta.

Ranti, S. (1990). Lampu. Jakarta: PT Pustaka Sinar Harapan.

Saragi, D. (2017). Jenis motif dan nilai filosofis ornamen tradisional Sumatera Utara. Yogyakarta: Thafa Media.

Saragih, D. A., dkk. (2019). Kajian ornamen gorga di rumah adat Batak Toba. Alur: Jurnal Arsitektur, 2(1). Medan: Universitas Katolik Santo Thomas.

Sembiring, D. (2014). Wawasan seni. Medan: Unimed Press.

Sembiring, D. Y. B., dkk. (2025). Menciptakan lampu hias dinding ukir dengan berbagai ornamen Karo. Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, 2(2).

Soepratno, B. A. (1983). Ornamen ukir kayu tradisional Jawa. Semarang: PT Effhar.

Suardina, I. N., & Laba, I. N. (2021). Buku ajar metode penciptaan dan penyajian dalam pendidikan kriya. Denpasar: Institut Seni Indonesia Denpasar.

Sullivan, G. (2005). Art practice as research: Inquiry in visual arts. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Sunarto. (2020). Nilai estetika dalam seni visual. Jurnal Pendidikan Seni Visual, 8(2). Jawa Tengah: Universitas Muria Kudus.

Sunarya. (2018). Nilai estetika dalam karya seni rupa. Jurnal Seni Rupa dan Desain. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia.

Suryana. (2013). Ekonomi kreatif: Konsep dan pengembangan. Jakarta: Salemba Empat.

Zulkifli, dkk. (2020). Tradisi dalam modernisasi seni lukis Sumatera Utara. Jurnal Seni, 35(3).

Downloads

Published

2026-09-26

How to Cite

Maria Natalia Pasaribu, & Misgiya Misgiya. (2026). Ornamen Batak Toba Sebagai Dasar Penciptaan Lampu Hias Duduk. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(9), 6296-6313. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/8264