Agama Sebagai Institusi Sosial dalam Konflik Wajib Militer: Studi Kasus Kelompok Haredi di Israel

Authors

  • Shofi Hidayatul Fitria UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Aflah Achmad Farodis UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Wiwik Setiyani UIN Sunan Ampel Surabaya

Keywords:

Institusi Agama, Penolakan Wajib Militer Haredim, Israel

Abstract

Agama memiliki Identitas bagi setiap kelompok, identitas itulah yang membentuk sebuah moral dan norma. Praktik ibadah yang di lakukan berulang kali mendominasi sebagai kekuatan illahi atau nilai spiritual, menjadikan agama memiliki keterlibatan sosial sehingga terbentuknya istilah institusi agama. Salah satu fenomena konflik agama di Israel, kelompok Haredim menolak wajib militer kedalam pasukan pertahanan Israel (IDF), kasus ini menjadi penelitian yang cocok dalam menilai peran kelompok minoritas Haredi membentuk perlawanan terhadap negara. Apa yang membuat pengadilan tinggi Israel mewajibkan kelompok Haredim dalam wajib militer?, bagaimana negosiasi kelompok Haredim dalam menolak wajib militer?, bagaimana posisi negara dalam menetapkan keputusan wajib militer terdapat kelompok Haredim?. Penelitian ini memperkenalkan identitas Haredim dalam warga negara Israel, temuan ini juga mengidentifikasi peran agama dengan bertransformasinya budaya mereka terhadap ketimpangan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memudahkan pembaca dalam mendefinisikan Haredim dan negara, dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang telah ada. Artikel ini berusaha memberikan pemahan bagaimana minoritas memegang pengaruh politik yang signifikan, agama yang diberikan kesempatan dalam campur tangan politik, meskipun minoritas, namun kekuatan kekuasaan negara masih menjadi campur tangan agama, di sebut sebagai institusi keagamaan, beberapa pendekatan yang di gunakan di wilayah Israel sehingga Haredim dapat bernegosiasi dalam menjalankan rutinitas spiritual.

References

Chananel Goldfinger, Shomi Shahar-Rosenblum, Itschak Trachtengot 3 and Nechumi Malovicki-Yaffe Helping Across Boundaries: Collectivism and Hierarchy in the Ultra-Orthodox Context

Eik Dödtmann Haredi Fundamentalism in the State of Israel Howthe status quo between state and religion provides ground for a modernreligious counter-collective

Guy Hochman Collective self-justification and resistance to integration: behavioral and social mechanisms within the Israeli ultra-orthodox community

Matan Aharoni, Hananel Rosenberg & Hila Lowenstein-Barkai Shaping the ultra-Orthodox man’s self-image: differentiation, classification, and otherness in poster campaigns against conscription

Rachel Haller, Louis W. C. Tavecchio, Geert-Jan J. M. Stams & Levi van Dam Educate the child according to his own way: a Jewish ultra-orthodox version of independent self construal

Downloads

Published

2026-10-19

How to Cite

Shofi Hidayatul Fitria, Aflah Achmad Farodis, & Wiwik Setiyani. (2026). Agama Sebagai Institusi Sosial dalam Konflik Wajib Militer: Studi Kasus Kelompok Haredi di Israel. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 3(10), 6941-6947. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/8391