Tinjauan Hukum Islam dalam Penggunaan Obat dari Bahan Haram dan Implikasi dalam Islam
Keywords:
Hukum Islam, Obat Bahan Haram, Kaidah DaruratAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif hukum Islam terhadap penggunaan obat yang mengandung bahan haram atau najis serta menjelaskan implikasinya terhadap ibadah dan kehidupan seorang Muslim. Menggunakan pendekatan normatif-yuridis dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari sumber primer seperti Al-Qur'an dan hadis, serta sumber sekunder berupa literatur fikih klasik, pandangan ulama kontemporer, dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum asal penggunaan obat berbahan haram adalah dilarang; namun, berdasarkan kaidah fikih al-darūrātu tubīh al-mahzūrāt serta prinsip perlindungan jiwa (hifz al-nafs), penggunaannya dibolehkan dalam kondisi darurat dengan syarat: ketiadaan alternatif obat halal, kebutuhan mendesak yang diverifikasi oleh tenaga medis tepercaya, dan penggunaannya dibatasi sesuai kadar kebutuhan. Dari segi implikasi, penggunaan obat haram dalam darurat tidak secara otomatis membatalkan keabsahan ibadah, dan syariat memberikan keringanan (rukhsah) bagi pasien yang mengalami keterbatasan fisik. Implikasi lainnya menuntut kesadaran personal untuk tidak bersikap sembarangan serta mendorong terciptanya empati sosial tanpa memberikan stigma negatif kepada pasien.
References
Abu Dawud. (1997). Sohih sunan Abi Dawud (Vol. IV). Dar al-Fikr.
Adrianto, A., Budiman, A., & Chairullah, C. (2024). Pengobatan infertilitas dalam hukum Islam. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(1), 36–37.
Ajeng, N. (n.d.). Perlindungan hukum terhadap pelayanan kesehatan tradisional di Indonesia [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Terkait.
Al-Bukhari, M. b. I. (1987). Shahih al-Bukhari (Kitab al-Tibb, Jilid VII). Dar Ibn Kathir.
Al-Damasyqi, A. M. I. I. A. (1991). Qawa'id al-ahkam fi maşālihil anām (Juz 1, Cet. 1). Maktabah al-Kulliyāt al-Azhāriyyah.
Al-Darir, A. S. (2005). Al-Darūrah wa atharuhā fi al-takhlīş min al-tahrīm. Dār al-Minhāj.
Al-Ghazali, A. H. (1992). Ihya' ulum al-din (The revival of the religious sciences). Dar al-Ma'rifah.
Al-Jauziyyah, I. Q. (2000). Zaadul-ma'ad: Bekal perjalanan ke akhirat (K. Suhardi, Terj.). Pustaka Azzam.
Al-Kasani. (1997). Bada'i al-sana'i fi tartib al-shara'i. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Al-Khind. (n.d.). Asr al-ikhtila, al-qawa, al-uşuliyah fi ikhtilaf al-fuqaha. Dar Terkait.
Al-Marwazi. (1980). Masā'il al-Imam Ahmad riwāyah Ishaq ibn Manşür al-Kawsaj (Z. Hammad, Penyt., Juz 2). Dār al-Fikr.
Al-Mawardi, A. H. (1997). Al-Hawi al-kabir (The great collection). Dar al-Fikr.
Al-Nawawi. (1971). Al-Majmű sharh al-muhadhdhab (Jilid 1). Al-Maktabah al-Tijāriyyah.
Al-Nawawi. (1997). Al-Majmű sharh al-muhadhdhab (Juz 9). Dār al-Fikr.
Al-Qaradawi, Y. (1984). Al-Halal wa al-harām fi al-Islām. Maktabah Wahbah.
Al-Qaradawi, Y. (1994). Fiqh al-daulah al-Islamiyyah (The jurisprudence of the Islamic state). Dar al-Taqwa.
Al-Qaradawi, Y. (1998). Fatāwā mu'āşirah (Jilid 3). Dār al-Shurūq.
Al-Qaradawi, Y. (1999). Fiqh al-zakah (The jurisprudence of zakah). Dar al-Taqwa.
Al-Qaradawi, Y. (2001). Halal dan haram dalam Islam (A. Abdurrahman & A. Yasin, Terj.). Pustaka Al-Kautsar & PT. Bina Ilmu.
Al-Qaradawi, Y. (2003). Al-Halal wa al-harām fi al-Islām (Jilid II). Dār al-Fikr.
Al-Zuhaili, W. (1985). Al-Fiqh al-Islāmī wa adillatuhu (Jilid 1). Dār al-Fikr.
Al-Zuhaili, W. (1997). Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu (Vol. 8 & Jilid 1). Dar al-Fikr.
Al-Zuhaili, W. (2002). Fiqh Islam wa adillatuhu (Juz 1). Dar al-Fikr.
Andriyani, S. (2021). Penggunaan narkotika untuk pengobatan [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Terkait.
As-Satibi, I. (2004). Al-Muwafaqat fi usül al-sharī'ah (Juz 2). Dar al-Fikr.
As-Sayyid, A. M. (2005). Bagaimana menolak sihir & kesurupan jin. Gema Insani.
Burhanuddin, A. a.-M. (2004). Al-Muhīt al-burhānī (Juz 5, Cet. 1). Dār al-Kutub al-'Ilmiyah.
Dewi, E. (2021). Penggunaan vaksin sebagai alternatif pengobatan. Jurnal Ilmu Hadist, 1(2), 43.
Fawaid, I., Rahmawati, E., & Safitri, A. (2020). Imunisasi menurut hukum Islam: Kontroversi imunisasi vaksin polio IPV injeksi yang mengandung enzim babi. Jurnal Al-Hukmi, 1(1), 9–10.
Firmansyah, M., & Wijaya, M. H. (2024). Pengobatan dengan benda haram dalam perspektif Islam. Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab, 3(3), 365–368.
Hakim, A., Pratama, R., & Hidayat, T. (2023). Konsep ikhtiar dalam berobat sesuai ajaran Islam. Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(4), 916.
Hamdad, S. (2013). 99 resep sehat dengan madu. Aqwa Medika.
Harahap, N. (2014). Penelitian kepustakaan. Jurnal Iqra', 8(1), 68.
Ibn Abidin. (2000). Radd al-muhtar 'ala al-durr al-mukhtar (Juz 1, 4, 5, 6). Dar al-Fikr.
Ibnu Qudamah. (n.d.). Al-Mughni (Jilid 9). Dar al-Fikr.
Ibnu Rusyd, A. a.-W. M. b. A. (1998). Bidayah al-mujtahid wa nihayah al-muqtasid (Cet. 1). Dār al-Hadīs.
Isnain, E. (2017). Penggunaan ganja dalam ilmu pengobatan menurut UUD Nomor 35 tentang Narkotika. Jurnal Independent, 5(2), 50.
Jaludin, J., Ahmad, R., & Hassan, N. (n.d.). Isu-isu halal dalam aplikasi bioteknologi terhadap produk farmaseutikal terpilih. Jurnal Terkait, 1(1), 1–10.
Jenner, E. (1798). Sebuah penyelidikan tentang penyebab dan efek dari variolae vaccinae. Sampson Low.
Kementerian Agama RI. (2014). Al-Qur'an tajwid warna As-Samad. Samad.
Kementerian Agama RI. (2020). Al-Qur'an dan terjemahnya. Lajnah Pentashihan.
LPPOM MUI. (n.d.). Fatwa penggunaan gelatin babi dalam obat dan vaksin. LPPOM MUI.
Mahdun, B. (2019). Hukum mengkonsumsi obat yang mengandung khamar menurut qanun jinayah dan hukum Islam [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Terkait.
Majelis Ulama Indonesia. (2013). Fatwa MUI No. 30 Tahun 2013 tentang penggunaan obat dan vaksin yang mengandung bahan haram dan najis. Komisi Fatwa MUI Pusat.
Majelis Ulama Indonesia. (2021). Fatwa MUI soal sertifikasi halal vaksin Covid-19. Komisi Fatwa MUI Pusat.
Majma' al-Fiqh al-Islāmī. (1986). Qarārāt wa tawşiyāt (Keputusan Sidang ke-3). Majma' al-Fiqh al-Islāmī.
Mursyidi, A. (2002). Alkohol dalam obat kosmetika. Tarjih dan Pengembangan Pikiran, 29, 1–15.
Musbikin, I. (2021). Bukti-bukti kemukjizatan puasa untuk terapi diabetes. Diva Press.
Nasr, S. H. (2017). Islamic law: A very short introduction. Oxford University Press.
Nurhakim, A. (2020). Konsep darurat dalam hukum ketatanegaraan Islam. Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam, 8(1), 238.
Paramitha, M. (2021). Identifikasi kehalalan kandungan obat dan pengetahuan apoteker terhadap obat halal di Klinik Graha Respirasi Semesta Samarinda. Borneo Student Research, 3(1), 986.
Putra, M. T. P. (n.d.). Kebijakan pendayagunaan hemp (ganja industri) untuk kepentingan industri di Indonesia [Tesis Master tidak diterbitkan]. Universitas Brawijaya.
Rahmadani, G. (2015). Halal dan haram dalam Islam. Jurnal Halal dan Haram, 2(1), 22.
Rahmadani, G. (2020). Halal dan haram dalam Islam. JIMIA: Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 2(1), 28.
Ramdani, S. (2021). Hukum penggunaan alkohol sebagai pelarut dalam obat batuk ditinjau dari hadis nabi [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Terkait.
Ridho, A. A. (2012). Bekam sinergi: Rahasia sinergi pengobatan nabi, medis modern dan traditional Chinese medicine. Aqwa Medika.
Sari, S. K., & Syatar, A. (2021). Penggunaan item fashion berbahan kulit hewan haram konsumsi: Studi perbandingan ulama mazhab. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 2(3), 829.
Sholeh, A. N. (2018). Jaminan halal pada produk obat kajian fatwa MUI dalam jaminan halal. Jurnal Syariah, 1(1), 73.
Soekanto, S. (2007). Pengantar penelitian hukum. UI-Press.
Solikhin, I. (2020). Konsep darurat dalam Islam. Almanahij, 2(2), 118.
Sunaryo, A. (n.d.). Pedoman penulisan skripsi. Fakultas Syariah Universitas Terkait.
Syabir, M. U. (2005). Pengobatan alternatif dalam Islam. Grafindo.
Syafari, N. S. M. (2021). Hukum menggunakan benda najis dalam pengobatan menurut Ibn Taimiyah dan Yusuf Al-Qardawi [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Terkait.
Syahida, L. S. (2022). Studi komparatif penggunaan obat berbahan dasar zat haram menurut Yusuf Al-Qardawi dan Taqy Al-Din Al-Nabhany [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Terkait.
Syaifullah. (2022). Penggunaan alkohol dalam dunia medis. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 8(2), 45.
Umam, M. A. N. (2022). Penggunaan vaksin yang mengandung zat haram [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Terkait.
Yantil, S., Siregar, M., & Lubis, A. (2020). Penyuluhan tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 8(1), 24.
Yenti, E. (2020). Berobat dengan benda haram dalam prespektif Islam. JIMIA: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 2(1), 140.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Awal Toganti, M Ilham Muchtar, Ridwan Malik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










