Ghibah sebagai Pemicu Stres Psikologis: Tinjauan Peran Hormon Kortisol dalam Perspektif Sains dalam Islam
Keywords:
Ghibah, Stress Psikologi, Kesehatan MentalAbstract
Ghibah merupakan perilaku membicarakan keburukan orang lain yang dilarang dalam Islam. Selain berdampak pada hubungan sosial, ghibah juga dapat memicu stres psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku ghibah dengan stres psikologis melalui mekanisme hormon kortisol dengan pendekatan integratif antara sains dan perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal ilmiah dan kitab tafsir. Hasil kajian menunjukkan bahwa ghibah dapat menimbulkan tekanan emosional, rasa bersalah, konflik sosial, dan kecemasan yang memicu peningkatan hormon kortisol sebagai hormon stres. Dalam perspektif Islam, larangan ghibah bertujuan menjaga keharmonisan sosial dan kesehatan mental manusia. Dengan demikian, menghindari ghibah tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga memiliki manfaat psikologis dan kesehatan
References
Alfauzi, M., Mahmurudin, A., & Kurni, D. (2024). Larangan ghibah dalam perspektif tafsir Al-Qur’an. Jurnal Studi Islam, 19(2), 145–156.
Hasanah, N., & Rahman, A. (2023). Stres psikologis dan dampaknya terhadap kesehatan mental mahasiswa. Jurnal Psikologi Indonesia, 12(1), 55–66.
Hawari, D. (2020). Manajemen stres, cemas, dan depresi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hidayat, M., & Azizah, F. (2022). Manajemen stres dalam perspektif Islam. Jurnal Ilmu Keislaman, 8(2), 98–110.
McEwen, B. S. (2020). The end of stress as we know it. Washington, DC: Joseph Henry Press.
Nugroho, A., & Santoso, B. (2021). Mekanisme hormon kortisol dalam respons stres pada manusia. Jurnal Biomedika, 14(1), 33–42.
Putri, L., & Ramadhan, F. (2021). Hubungan konflik interpersonal dengan tingkat stres psikologis. Jurnal Kesehatan Mental, 6(2), 77–85.
Rahmawati, D., & Suryadi, H. (2023). Perilaku komunikasi negatif dalam interaksi sosial masyarakat. Jurnal Komunikasi, 17(1), 89–100.
Russell, G., & Lightman, S. (2021). The human stress response and cortisol regulation. Nature Reviews Endocrinology, 17(3), 170–180.
Sapolsky, R. M. (2021). Why zebras don’t get ulcers: The acclaimed guide to stress, stress-related diseases, and coping (3rd ed.). New York: Henry Holt and Company.
Sari, M., & Putri, R. (2022). Hubungan konflik sosial dan tingkat stres pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 120–129.
Shihab, M. Q. (2021). Tafsir Al-Misbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
Staufenbiel, S. M., Penninx, B. W. J. H., Spijker, A. T., Elzinga, B. M., & van Rossum, E. F. C. (2020). Hair cortisol, stress exposure, and mental health in humans: A systematic review. Psychoneuroendocrinology, 96, 1–12.
Wulandari, S., & Prasetyo, E. (2024). Dampak tekanan sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa. Jurnal Psikologi Sosial, 10(1), 40–52.
Yusuf, S. (2020). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Habsyah Nabila Putri, Nurul Aulia, Azirnic Sahra, Salsabila Hanifah, Karissa Nayla Azhara, Romi Dihardi Purba, Fajha Adinda Yahya, Muhammad Farhan Nazli, Nurmayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










