Analisis Penggunaan Sepuluh Jenis Kata Bahasa Jerman: Telaah Linguistik dalam Cerpen ,,Es War Einmal”
Keywords:
Bahasa Jerman, Cerpen, LinguistikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan sepuluh jenis kata (Wortarten) dalam bahasa Jerman pada cerpen ,,Es war einmal” yang terdapat dalam buku Eine kurze Weltgeschichte für junge Leser. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman kelas kata dalam kajian linguistik sebagai dasar untuk memahami struktur dan fungsi bahasa Jerman dalam teks sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik dokumentasi dengan cara membaca, mencatat, serta mengklasifikasikan data berupa kata-kata yang termasuk ke dalam sepuluh jenis kata, yaitu nomina, verba, adjektiva, pronomina, artikel, numeralia, adverbia, preposisi, konjungsi, dan interjeksi. Penelitian ini menggunakan teori Wortarten menurut Gerhard Helbig dan Joachim Buscha (2001) sebagai landasan dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kata bahasa Jerman. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba, nomina, dan artikel merupakan jenis kata yang paling dominan digunakan dalam cerpen karena berperan penting dalam membangun struktur kalimat dan alur cerita. Selain itu, penggunaan jenis kata lainnya juga berfungsi dalam memperjelas hubungan antarkalimat, memperkuat makna, serta mendukung ekspresi dalam teks. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesepuluh jenis kata memiliki fungsi linguistik yang saling berkaitan dalam membentuk struktur bahasa pada cerpen ,,Es war einmal”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomina merupakan jenis kata yang paling dominan digunakan dengan persentase sebesar 17,8%, diikuti oleh verba sebesar 14,8%, artikel sebesar 12,4%, pronomina sebesar 11,4%, preposisi sebesar 10%, adverbia sebesar 9,6%, adjektiva sebesar 9,4%, konjungsi sebesar 6%, numeralia sebesar 5,6%, dan interjeksi sebesar 3%.
References
Avramidis, E., Macketanz, V., Strohriegel, U., Burchardt, A., and Möller, S. (2020). Fine-grained linguistic evaluation for state-of-the-art machine translation. Proceedings of WMT20.
Helbig, G., and Buscha, J. (2001). Deutsche Grammatik: Ein Handbuch für den Ausländerunterricht. Langenscheidt.
Hübener, C. J. (2023). The morphologization of German noun-participle combinations: A diachronic case study. Morphology, 33(2), 189-223.
https://doi.org/10.1007/s11525-023-09407-6
Jäger, A. (2025). Syntactically independent exclamative zu-infinitives in Modern Standard German: Diachrony and cross-linguistic comparison. Journal of Germanic Linguistics, 37(2), 221-249.
https://doi.org/10.1017/S1470542725000042
Knauseder, A.-M. (2023). Grenzgänger als Herausforderung für die Wortartenkategorisierung: Wortartenvermittlung im Unterricht für Schüler*innen mit Deutsch als Zweitsprache. R&E-Source, 10(4), 125-138.
Konopka, M. (2020). Grundlegende Aspekte der Wortbildung. Bausteine einer Korpusgrammatik des Deutschen, 1, 29-64.
https://doi.org/10.17885/heiup.bkgd.2020.0.24235
Miles, M. B., and Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Pittner, K. (2024). Pronominal adverbs in German: A grammaticalization account. Journal of Germanic Linguistics, 36(1), 1-28.
https://doi.org/10.1017/S1470542723000172
Proske, N. (2024). Kodieren und Auswerten von Kategorien in der Interaktionalen Linguistik. Zeitschrift für Literaturwissenschaft und Linguistik, 54, 173-197. https://doi.org/10.1007/s41244-024-00335-4
Przepiórkowski, A., Łukasiewicz-Pater, J., Kuś, K., and Maćkiewicz, B. (2025). Heterofunctional coordination in German. The Journal of Comparative Germanic Linguistics, 28(3), 1-30.
https://doi.org/10.1007/s10828-024-09159-5
Sari, T. K. (2010). Ciri akustik bahasa Jerman. BAHAS, 37(76). https://doi.org/10.24114/bhs.v0i76%20TH%2037.2590
Sari, T. K., Hutagalung, S. M., dan Hardiyanti, F. (2024). The development of the German learning media for vocabulary mastery at level B1. TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts, 7(2).
https://doi.org/10.32734/lwsa.v7i2.2069
Van Goethem, K., and Koutsoukos, N. (2022). How typology shapes the constructional network: Denominal verb constructions in English, Dutch and German. Zeitschrift für Wortbildung / Journal of Word Formation, 6(1), 7-57. https://doi.org/10.3726/zwjw.2022.01.01
Varvara, R., Lapesa, G., and Padó, S. (2021). Grounding semantic transparency in context: A distributional semantic study on German event nominalizations. Morphology, 31(4), 409-446.
https://doi.org/10.1007/s11525-021-09382-w
Wang, Y., and Buschmeier, H. (2024). Revisiting the phenomenon of syntactic complexity convergence on German dialogue data. arXiv.
https://arxiv.org/abs/2408.12177
Weissweiler, L., Hofmann, V., Kantharuban, A., Cai, A., Dutt, R., Hengle, A., Kabra, A., Kulkarni, A., Vijayakumar, A., Yu, H., Schütze, H., Oflazer, K., and Mortensen, D. R. (2023). Counting the bugs in ChatGPT's wugs: A multilingual investigation into the morphological capabilities of a large language model. arXiv. https://arxiv.org/abs/2310.15113
Wirtz, M. A. (2025). Reconciling inter- and intra-individual variation in L2 socio-pragmatic development: Intensifier variation in spoken German. Languages, 10(6), 139. https://doi.org/10.3390/languages10060139
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dinda Fitriani, Pradilla Utari, Nurhafiza Yusro, Grace Irene Simanjuntak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










